Posts

Showing posts from July, 2013

Melepaskan [Cerpen]

Image
Gambar dari sini Diyanti tak lantas percaya ketika banyak orang yang mengatakan padanya bahwa hidup ini sederhana dan begitu mudah untuk dilewati. Buktinya ketika kali ini dia dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit, batinnya seketika menjerit. Segala filosofi tentang kesederhanaan hidup, melepaskan dan mengikhlaskan tiba-tiba lenyap. Kali ini dia benar-benar merasa sulit melangkah. Sejam sebelum jam kuliahnya dimulai, dia sudah menyeruput secangkir kopi di sebuah warung berbilik bambu di pinggir sebuah jalan alternatif di tengah kota Bandung tak jauh dari kampusnya. Warung kopi ini memang tersembunyi, yang datang kesini hanya karyawan dari pabrik yang menjamur di sekitar sini. Hanya butuh waktu tiga menit menunggu, secangkir kopi hitam yang diseduh dengan air panas setengah dari takaran lazimnya sudah terhidang di meja. Sang pemilik warung sudah maklum dengan pesanan anak muda yang satu ini. Diyanti tidak lantas menyentuh cangkir itu, tidak sekarang ketika asap masih me

Begini Cara Mencintai

Image
Saling memberi. Ucap mentari. Saling menjaga. Teriak langit. Saling berkorban. Sanggah bumi. Saling menyejukan. Bisik hujan. Saling mengerti. Ujar udara. Saling percaya. Tambah pelangi. Saling memilih. Jawab sungai Saling mendoakan. Kata aku. [Juni 2013]

Ritus Pagi

:Lelaki yang mengirimiku puisi setiap pagi sebait puisi yang kau kirimkan pagi ini :juga pagi-pagi sebelumnya melesapkan segala duka dan luka memadamkan aneka resah dan gelisah sebait puisi yang kau kirimkan pagi ini :juga pagi-pagi sebelumnya membuat dadaku buncah seketika senyumku merekah maka bagiku, hai Lelaki mencintaimu serupa mencintai pagi [Juli 2013]

Tentang Impian Tentang Perjuangan [Review Kemah Menulis Antitesa]

Image
Hari ke #1 “Apa sih novel yang paling temen-temen ingat?” itulah pertanyaan serius pertama Tasaro GK, yang mengawali kegiatan kemah menulis selama tiga hari dua malam ke depan. Beragam jawaban dari peserta, mulai dari judul novel dalam negeri maupun terjemahan dan ada pula yang menjawab buku teks tentang komputer. Dari semua jawaban peserta, disimpulkanlah bahwa novel yang diingat biasanya tentang perjuangan, tentang kesedihan, patah hati dan cerita sedih lainnya. “Kenapa cerita sedih banyak diminati?” pertanyaan selanjutnya membuat hening sesaat dan satu persatu peserta memberikan pernyataan. Karena seperti inilah realitanya. Siapa sih yang gak pernah sedih? Maka bagi kamu yang punya atau pernah mengalami cerita sedih, kamu punya modal dasar untuk menulis. Tinggal mengemas cerita sedih itu dan bagaimana si tokoh bangkit dari kesedihannya. Nah, kawan ternyata acara kemah menulis ini didesain agar kita mengalami banyak penderitaan, bahwa menjadi penulis itu tak sem