Posts

Showing posts with the label Kepenulisan

My Journal Collection

Image
When we translate an experience into language we essentially make the experience graspable. ( Dr. James  Pennebaker ) Kebiasaan saya menulis buku harian dimulai sejak SMP. Awalnya karena saya melihat teman-teman sepermainan pada punya diary, waktu itu saya menyebutnya diare XD Entah kenapa, saya tergila-gila dengan benda ini. Saya senang mengoleksinya terutama kalau gambarnya lucu-lucu. Saat itu saya mengisinya hanya sekadar untuk corat-coret nggak jelas, kadang menulis lirik lagu, quotes bahkan nama gebetan haha Semakin bertambahnya usia, saya masih terus merawat kebiasaan yang satu ini. Bedanya saya tidak lagi memilih buku yang lucu. Saya justru lebih senang menulis di buku yang biasa saja, kalau bisa malah kertas polos tanpa garis apapun. Lebih bagus lagi jika buku itu dibuat dari kertas yang sudah tidak terpakai kemudian saya bundel sendiri. Rasanya saya bisa menuangkan gagasan atau curhatan tanpa beban. Saat berbenah rumah, saya menemukan buku harian at...

Dapet Kerjaan Gara-gara Ngeblog

Image
Get comfortable being uncomfortable. That's how you break the plateau and rich that next level. - Chalene Johnson Suatu hari, saya sempat melihat status blogger ternama meminta alamat blog untuk dikunjungi. Tapi beliau mensyaratkan blog yang sudah TLD. Karena dengan begitu katanya bisa dilihat keseriusannya dalam ngeblog. Saat berbincang dengan Icha Planifolia lewat telepon, kami berbincang banyak tentang blogging. Begitu juga dengan masalah TLD ini. Saya mengeluh bahwa saya sempet minder karena blog belum TLD. Kesimpulan simpel saya, TLD itu blog dengan belakangnya .com bukan blogspot atau wordpress seperti milik kami. Kami memang sama-sama sempet pengen migrasi ke .com, tapi untuk beberapa pertimbangan kami sama-sama mengurungkan niat. Ketakutan kami hanya satu, kalau lupa memperpanjang, halaman blog akan menghilang. Ini juga yang jadi pertanyaan saya selama ini. Kalau lupa perpanjang apakah bisa otomatis dikembalikan ke blogspot? Apakah posting...

Menulis sebagai Passion, Pekerjaan atau Hobi?

Image
Dalam salah satu rapat karyawan di tempat saya bekerja, kami sempat berbincang tentang passion dan motivasi bekerja. Menggali faktor “why” ketika memilih sebuah pekerjaan. Muncullah bahasan bahwa dalam menentukan passion, kita harus memutuskan manakah hal yang memang benar-benar menjadi passion kita dan manakah hal yang mudah dilakukan. Jika saya berkaca pada diri sendiri, saya selalu yakin bahwa menulis adalah jalan hidup saya. Tetapi, setiap kali ditanya mau fokus di mana, saya masik suka bingung. Saat ini, setidaknya ada tiga hal yang masih saya jalani:

5 Upaya agar Bisa Konsisten Ngeblog

Image
“ Creativity without discipline will struggle, creativity with discipline will succeed. ” ― Amit Kalantri, Wealth of Words Membuat postingan di blog, terlebih membuat postingan yang bagus, bukanlah perkara mudah. Seorang blogger harus bisa menangkap ide lalu menuangkannya ke dalam bentuk tulisan yang menarik. Tak selesai sampai di sana, sebelum di-posting, tulisan harus melewati proses editing, khawatir ada typo atau ada informasi yang keliru. Seorang blogger juga harus mencari gambar yang pas dengan isi tulisan. Dan yang lebih sulit dari itu semua adalah mengupayakan agar bisa konsisten ngeblog. Setidaknya itulah yang saya rasakan sependek pengalaman saya sebagai blogger. Dari segala tantangan yang dihadapi tentu ada banyak upaya yang bisa kita lakukan agar bisa terus konsisten ngeblog. Dan inilah 5 hal yang selalu saya coba agar bisa terus ngeblog: 1.       Bergabung dalam Komunitas Blogger Ada banyak komunitas blogger yang bisa ditemukan ...

Menata Ulang Blog

Image
Gambar diambil dari sini . "Blogging is not about publishing as much as you can. It's about publishing as smart as you can." (Jon Morrow) Membuka dashboard blog dan goodreads adalah kebiasaan yang lebih sering saya lakukan ketimbang membuka facebook atau twitter . Akhir-akhir ini malah lebih sering lagi bolak-balik membuka blog ini sambil mikir mau dibawa ke mana hubungan kita blog ini? Mau diisi apa? Sebab beberapa bulan terakhir, postingan di blog menurun. Barangkali ini pengaruh godaan pertengahan tahun yang pernah saya bahas sebelumnya. Jadi saya harus menata ulang konten blog dan yang lebih penting mempertanyakan ulang tujuan dibuatnya blog ini. Saat pertama kali membuat blog ini tahun 2009, tak sempat terlintas mengenai tujuan pembuatan akun blog ini. Sama halnya ketika membuat akun facebook , twitter dan sejenisnya, saya tidak bertanya untuk apa saya membuat akun-akun itu, selain karena penasaran dan biar kekinian. Barangkali memang tidak ...

7 Cara untuk Bertahan Selama Camp NaNoWriMo April 2015

Image
Gambar dari sini . April baru saja tiba. Artinya sebentar lagi saya ulang tahun. Krik krik krik... Oke ini nggak penting, jika urusan ulang tahun ini urusan personal, ada urusan lain yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Terutama untuk orang yang suka nulis terus butuh program untuk menulis draft satu dalam satu bulan atau orang yang susah berkomitmen untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai karena kehilangan mood di tengah jalan. Like me! Haha NaNoWriMo adalah jawabannya! Sebelumnya saya pernah menulis tentang NaNoWriMo di sini . Bukannya NaNoWriMo diadakannya bulan November ya?  Yep betul! NaNoWriMo memang berlangsung selama bulan November tetapi pada bulan April dan Juli ada program sampingan yang disebut Camp NaNoWriMo. Gaungnya memang tidak seramai NaNoWriMo bulan November tetapi patut dicoba. Camp memang sedikit berbeda dari program utama NaNoWriMo, diantaranya:  

NaNoWriMo Membantumu Menyelesaikan Draft Satu

Image
NaNoWriMo adalah singkatan dari National Novel Writing Month . Dari singkatannya saja sudah sudah bisa ditangkap sebenarnya ini acara apa. Jika dikatakan kompetisi, ini adalah kompetisi untuk mengalahkan diri sendiri.   Untuk me njadi winner , para peserta “cukup” me nulis novel sebanyak 50.000 selama 30 hari di bulan November. J ika dikonversi ke dalam Ms.Word 50.000 kata itu sekitar 200 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5. Masalah teknis lain, seperti bagaimana valida si , mencari writing buddies d sb. langsung meluncur saja ke FAQ di web resminya. Chris Baty menggagas NaNo WriMo pada tahun 1999. Sekalipun judulnya “ National ” acara ini diikuti bukan hanya oleh orang Amerika tetapi menjadi gelaran yang diikuti oleh para penulis dari seluruh dunia. Di Indonesia juga banyak yang menjadi participant . F orum khusus untuk masing-masing negara bisa ditemukan di web NaNo WriMo atau di F acebook . Jadi , jangan merasa sendirian! Acara ini cocok untuk siapapun yang ingi...

Rekaman Ingatan Kampus Fiksi Angkatan X

Image
Jika kamu menulis sendirian di dalam kamar, kamu akan merasa bahwa tulisanmu yang paling keren. Tetapi, saat kamu keluar dari kamarmu, kamu akan menemukan banyak orang dengan tulisan yang lebih keren. –Edi Akhiles Tulisan ini sudah saya buat sejak selesai acara Kampus Fiksi, tetapi saya mengendapkannya terlalu lama, nyaris sepuluh hari. Saya memang bukan orang yang senang menulis secara spontan, lalu dalam waktu singkat mempostingnya di blog. Mungkin ini juga alasan saya tidak pernah bisa mengejar deadline tantangan Kampus Fiksi (Hallaaah, alesan!). Saya pun sempat berpikir bahwa tulisan ini sudah basi. Sudahlah tak usah diposting ! Pikir saya sebelumnya. Sebab, saya juga melihat postingan teman-teman yang lain pada bagus. Apalah tulisan saya ini dibandingkan tulisan mereka. Akan tetapi, saya kemudian teringat kalimat Pram yang selalu saya jadikan panduan, bahwa “ Menulis adalah sebuah keberanian .” Maka dengan prolog panjang lebar, saya dengan berani memposting tulisa...

Kembali #MenantangDiri #30HariMenulis Selesai

Image
Kembali#MenantangDiri #30HariMenulis selesai, kemarin. Harusnya postingan ini dipost kemarin. Tetapi karena ada emergency family , saya menundanya. Sambil berpikir semoga bisa membuat tulisan yang lebih bagus di hari spesial ini. Tetapi sayang sekali seharian tidak bisa membuka laptop, sampai kosan sudah sangat capek dan mati listrik :( Kembali#MenantangDiri #30HariMenulis selesai? Ya selesai! Ada rasa tidak percaya, ternyata saya bisa melangkah sekalipun masih tertatih-tatih. Mengingat pesan seorang filsuf China: It does not matter how slowly you go as long as you do not stop. (Confucius) Yes beres! Program pribadi ini memang tidak membawa saya kemana-mana, tidak memberikan banyak arti tetapi dari sini saya belajar. Belajar bagaimana rasanya setiap hari meracau tentang hal-hal yang dirasakan juga dialami atau sekedar imajinasi. Kemudian saya belajar untuk selalu peka, jujur dan memaklumi diri sendiri. Mengingat saya pernah bolos empat hari! Biarlaah biarlaah… yang pentin...

Komunitas Taraje

Image
Pernah denger ada komunitas kepenulisan bernama Komunitas Taraje? Cuman pernah denger aja tapi nggak tau kegiatannya ngapain? Oke, ikutin deh Q&A berikut ini:   Q: Taraje apaan? A: Taraje itu bahasa Sunda. Artinya tangga terbuat dari bambu yang kokoh dan lentur. Q: Kenapa nama komunitasnya Taraje? A: Awalnya komunitas ini bernama Anak Muda Bikin Buku (AMBB), tapi akhirnya diganti jadi Komunitas Taraje. Filosofinya karena taraje melambangkan jalan ke atas atau ke puncak. Karena ini komunitas kepenulisan, harapannya komunitas ini bisa membawa anggotanya ke puncak kesuksesan dalam hal menulis.

Mengejar Garis Start

Image
Jika ada yang bertanya sesungguhnya apa keahlian saya. Sesuatu yang bisa saya lakukan dengan baik dan telah menjadi kebiasaan adalah bahwa saya ahli mengeluh, penggerutu ulung dan tukang ngamuk (emosian) . Saya memang tidak melakukannya pada setiap orang. Tetapi orang terdekat saya tahu tentang keahlian saya itu. Beberapa hari yang lalu , saya baru mengeluh pada seorang teman. Saya bilang kenapa tulisan yang saya kirim ke media, tak kunjung dimuat. "Emang udah berapa kali ngirim?" Itulah pertanyaan yang diajukan teman saya. Pertanyaan paling menyebalkan terutama untuk saya yang gemar hal-hal instant dan malas berproses. Saya menyebutkan jumlah kira-kiranya. "Baru segitu? Ayolah, itu namanya dirimu belum melakukan apa-apa, bahkan bisa dibilang belum mulai. Kamu belum larut sama dunia menulis. Baru nyentuh-nyentuh aja, belum nyebur." Haa... saya mengerutkan kening (ini adalah kalimat yang sangat klise) Saya mulai bertanya-tanya emang gimana cara nge...

Film Tentang Menulis (Bagian 2)

Image
Ini adalah tulisan lanjutan dari Film Tentang Menulis (Bagian 1) . Kali ini saya ingin berbagai tentang film yang saya tonton beberapa hari terakhir, yaitu Midnight in Paris (2011) dan Adaptation (2002). Gambar dari sini . Midnight in Paris (2011) Saya pernah menyinggung tentang Midnight in Paris di sini . Ini adalah film romantic , comedy , fantasy . Bercerita tentang Gil Pender, seseorang yang sedang menulis sebuah novel dan berlibur dengan keluarga tunangannya ke Paris. Gil adalah seorang golden-age-thinking (anggapan bahwa periode waktu lain lebih baik dari pada saat ini). Dia tergila-gila dengan Paris pada tahun 1920 dikala hujan. Kemudian pada suatu malam, tepat setelah jam 12 malam dia terlempar ke dimensi waktu lain. Era 20-an!

Apa yang Seharusnya Dilakukan Saat Belajar Menulis?

Image
Peratanyaan ini kerap menggelanyut di pikiran saya, setelah sebelumnya saya mendefinisikan kenapa saya menulis dan ingin menjadi penulis . Tentunya ada tahapan berikutnya untuk merealisasikannya. Apa langkah selanjutnya itu? Tentu saja selain menulis itu sendiri dan membaca banyak buku. Ini adalah hal klise yang diajarkan banyak orang, kalo ingin menjadi penulis ya harus menulis, kalo ingin memperbanyak ide untuk menulis banyak-banyaklah membaca. Tetapi kemudian pandangan tersebut berubah saat saya menemukan tulisan Eka Kurniawan   di sini dan Noor H. Dee di sini . Eka mengatakan bahwa, hal yang seharusnya pertama kali diajarkan di kelas-kelas menulis adalah pelajaran berpikir. Bukankah pada dasarnya menulis merupakan perwujudan apa yang ada di dalam kepala kita ke dalam bentuk tulisan? Jika hasilnya ingin baik, maka perbaiki lebih dulu apa yang ada di dalam kepala. Jika ingin menjadi penulis yang baik, pertama-tama jadilah pemikir yang baik. Dalam menulis, k...

Antologi Bersama sebagai Sebuah Proses

Image
Dulu ada penulis yang begitu nyinyir ketika ada yang mengajak bikin antologi. Dia bilang "beraninya nulis keroyokan". Menurutnya, antologi bersama membuat para penulis, terutama yang pemula akan bermental manja. Khawatirnya terus menerus menulis untuk antologi bersama dan menjadi kebiasaan sehingga melupakan tujuan untuk menulis karya tunggal. Gambar dari sini Tulisan saya sendiri pernah dua kali masuk ke dalam antologi bersama. Dua-duanya antologi puisi. Dua-duanya juga terbit di penerbit indie. Diantaranya: Antologi Puisi Situ Waktu (2011) Antologi puisi ini merupakan kumpulan puisi pilihan dari peserta kegiatan Sayembara Menulis Puisi Mahasiswa. Dari 370 puisi, hanya dipilih 70 puisi dan satu puisi saya masuk di dalamnya.

Kenapa Saya Menulis?

Image
Iya ya? Kenapa menulis? Kenapa pengen jadi penulis? Saya akhirnya memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini gara-gara liat page Pak Edi Akhiles yang sedang mengadakan kuis berhadiah buku dengan pertanyaan tersebut. Konon, menjadi penulis itu harus peka dan jujur, peka dengan lingkungan sekitar dan dengan jujur menuangkannya dalam sebuah tulisan. Akhirnya saya melongok jauh ke dalam diri saya, lalu mulai menuliskannya dengan jujur di sini. K enapa saya menulis? Jawabannya ada di tag line blog ini. Saya menulis karena saya sadar bahwa saya tidak bisa hidup tanpa menulis. Ini memang bukan kalimat baru, saya tidak tahu siapakah pencetus pertama kali kalimat ini. Saya pernah mendengar ungkapan ini dari beberapa orang yang merasakan hal yang sama, kemudian saya merasa saya pun begitu. Saya gak bisa hidup (salah satunya) tanpa menulis. Ini serius, seandainya saja saya bisa hidup tanpa menulis ya saya gak akan nulis. Sialnya, saya gak bisa. Beberapa hari tidak menulis saja...

Q10: Menulis di Laptop dengan Sensasi Bunyi Mesin Tik

Image
Beberapa bulan yang lalu, saya sempat mencari beberapa aplikasi untuk menulis. Ceritanya udah bosen sama Ms.Word atau Notepad. Akhirnya saya menemukan beberapa aplikasi yang bisa diunduh gratis. Salah satunya adalah Q10. Saya jatuh cinta sejak pertama kali menggunakannya. Sudah lama saya menggunakan Q10, dan sejauh ini belum ada keluhan. Ada beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan dengan mengetik pada aplikasi Q10 diantaranya: 1. Area menulis full screen Bagi saya, tampilan Ms.Word dengan banyak toolbar itu mengganggu. Tampilan full screen seperti di Q10 membuat perhatian saya terfokus hanya pada area kerja yang saya anggap sebagai kertas kosong.  Area kerja full screen   2. Bebas memilih warna background dan text Q10 memberikan kita kebebasan untuk menentukan warna background , jenis serta warna text . Karena saya menyenangi warna hitam dan jingga, maka saya mengatur layar kerja dengan kedua warna itu. Rasanya lebih adem dengan background hitam,...

Film Tentang Menulis (Bagian 1)

Image
Beberapa waktu lalu, saya mencari film-film tentang menulis. Baik itu yang mengajarkan tentang teknik menulis ataupun film dengan tokoh utamanya berprofesi sebagai penulis. Ada beberapa film yang saya download sendiri atau copy dari teman. Diantaranya, Dead Poets Society (1989), Finding Forrester (2000), Adaptation (2002), Authors Anonymous (2014), Barton Fink (1991), Capote (2005), Stranger Than Fiction (2006), The Hours (2002), The Letter Writer (2011), dan Magic Beyond Words (The JK Rowling Story). Sedang film dalam negeri dengan bumbu tentang menulis, saya hanya punya dua yaitu Mereka Bilang Saya Monyet (2008) dan Perahu Kertas (2012). Kali ini, saya hanya akan berbagi tentang film Dead Poets Society (1989) dan Finding Forrester (2000) dulu, sedangkan sisanya, akan saya bahas lain kali. Karena dua film ini masih hangat di kepala saya, baru kemarin saya tonton lagi. Selain itu, dua film ini yang pernah disarankan oleh seorang penulis kepada saya saat saya mengatakan pada...

Media Sosial, Media Belajar

Image
Saya adalah orang yang percaya bahwa proses belajar itu berlangsung sepanjang masa, bisa berlangsung dimanapun, kapanpun dan bersumber dari apapun. Hal itu pula lah yang saya pikirkan sebelum membuat akun di sebuah media sosial. Bagaimana caranya agar saya bisa memanfaatkan media itu untuk belajar terutama belajar dan menghimpun sebanyak-banyaknya informasi tentang hal yang saya gemari, yaitu membaca dan menulis. Gambar dari sini Selain itu, rasanya rugi melihat mereka orang-orang hebat yang membuat media sosial itu mendapat banyak keuntungan baik dari finansial atau ketenaran pada saat yang sama saya kehilangan tenaga, uang, saat-saat produktif dengan menghabiskan waktu untuk sekedar update status, komentar hahahihi atau stalking . Maka saya memaksakan diri--soalnya sering tergoda buat lama-lama di depan media sosial tanpa alasan yang jelas-- untuk bijak menggunakan media sosial, diantara seperti ini:

(Kembali) #MenantangDiri #30HariMenulis

Image
Tiba-tiba tadi pagi kepikiran buat (kembali) #MenantangDiri #30HariMenulis di blog. Mungkin karena...  Pertama , gara-gara baca artikel di writerology yang memberikan tantangan menulis. Ini memang bukan hal baru bagi saya sebab sebelumnya pernah meluncurkan program ini di blog . Saat itu tantangan yang saya buat adalah #30HariMenulis cerita pendek. Hasilnya? Ceritanya ada di sini . Saya hanya berhasil membuat sebelas cerpen. Menyedihkan bukan? Tetapi tidak apa-apa, karena saya pikir, satu cerpen satu hari itu sangat berat, jangankan untuk saya yang masih belajar menulis, Bernard Batubara juga pernah melakukan hal yang sama dan ternyata targetnya tidak terpenuhi.

#MenantangDiri #30HariMenulis

Image
30 hari ke depan saya akan mencari cinta eh menantang diri sendiri untuk menulis di blog. Sudah sejak lama saya membuat program ini untuk diri sendiri. Tulisan yang saya buat sebelumnya temanya bebas, yang penting nulis dan saya simpan di folder pribadi saya. Dan hasilnya? Jangan tanya, hanya menjadi kumpulan curcol yang bikin saya eneg kalo membacanya kembali. Selain itu saya tidak konsisten menulis, ngandelin mood aja. Gambar diambil dari sini Barangkali salah satu penyebabnya karena kurangnya tanggung jawab saya terhadap program ini, lagian cuman saya yang tahu, biarin aja! Maka, kali ini saya akan mencoba mempostingnya setiap malam di blog ini. Saya akan menulis cerita pendek dengan tema bebas setiap harinya. Mari kita lihat, apakah saya mampu menyelesaikan tantangan ini? Oiya, ada yang ingin menemani saya #MenantangDiri #30HariMenulis gak? Boleh juga kita nulis bareng-bareng :) Salam Hangat Nufira Stalwart 16-12-2014