Posts

Showing posts from December, 2014

NaNoWriMo Membantumu Menyelesaikan Draft Satu

Image
NaNoWriMo adalah singkatan dari National Novel Writing Month . Dari singkatannya saja sudah sudah bisa ditangkap sebenarnya ini acara apa. Jika dikatakan kompetisi, ini adalah kompetisi untuk mengalahkan diri sendiri.   Untuk me njadi winner , para peserta “cukup” me nulis novel sebanyak 50.000 selama 30 hari di bulan November. J ika dikonversi ke dalam Ms.Word 50.000 kata itu sekitar 200 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5. Masalah teknis lain, seperti bagaimana valida si , mencari writing buddies d sb. langsung meluncur saja ke FAQ di web resminya. Chris Baty menggagas NaNo WriMo pada tahun 1999. Sekalipun judulnya “ National ” acara ini diikuti bukan hanya oleh orang Amerika tetapi menjadi gelaran yang diikuti oleh para penulis dari seluruh dunia. Di Indonesia juga banyak yang menjadi participant . F orum khusus untuk masing-masing negara bisa ditemukan di web NaNo WriMo atau di F acebook . Jadi , jangan merasa sendirian! Acara ini cocok untuk siapapun yang ingin me

Rekaman Ingatan Kampus Fiksi Angkatan X

Image
Jika kamu menulis sendirian di dalam kamar, kamu akan merasa bahwa tulisanmu yang paling keren. Tetapi, saat kamu keluar dari kamarmu, kamu akan menemukan banyak orang dengan tulisan yang lebih keren. –Edi Akhiles Tulisan ini sudah saya buat sejak selesai acara Kampus Fiksi, tetapi saya mengendapkannya terlalu lama, nyaris sepuluh hari. Saya memang bukan orang yang senang menulis secara spontan, lalu dalam waktu singkat mempostingnya di blog. Mungkin ini juga alasan saya tidak pernah bisa mengejar deadline tantangan Kampus Fiksi (Hallaaah, alesan!). Saya pun sempat berpikir bahwa tulisan ini sudah basi. Sudahlah tak usah diposting ! Pikir saya sebelumnya. Sebab, saya juga melihat postingan teman-teman yang lain pada bagus. Apalah tulisan saya ini dibandingkan tulisan mereka. Akan tetapi, saya kemudian teringat kalimat Pram yang selalu saya jadikan panduan, bahwa “ Menulis adalah sebuah keberanian .” Maka dengan prolog panjang lebar, saya dengan berani memposting tulisa

Pulanglah!

Image
Pulanglah! Lalu kecup kening istrimu, juga anak lelakimu yang katanya kerap mengigau menyebut-nyebut namamu, menantimu, terperanjat setiap kali mendengar derit engsel pintu. Pulanglah! Bawakan istrimu bubur kacang hijau juga segelas susu hangat untuk anak lelakimu. Atau cukup tangan yang terentang dan sebuah permintan maaf. Pulanglah! Aku akan baik-baik saja. (2014) Gambar dari sini