When we translate an experience into language we essentially make the experience graspable. ( Dr. James Pennebaker ) Kebiasaan saya menulis buku harian dimulai sejak SMP. Awalnya karena saya melihat teman-teman sepermainan pada punya diary, waktu itu saya menyebutnya diare XD Entah kenapa, saya tergila-gila dengan benda ini. Saya senang mengoleksinya terutama kalau gambarnya lucu-lucu. Saat itu saya mengisinya hanya sekadar untuk corat-coret nggak jelas, kadang menulis lirik lagu, quotes bahkan nama gebetan haha Semakin bertambahnya usia, saya masih terus merawat kebiasaan yang satu ini. Bedanya saya tidak lagi memilih buku yang lucu. Saya justru lebih senang menulis di buku yang biasa saja, kalau bisa malah kertas polos tanpa garis apapun. Lebih bagus lagi jika buku itu dibuat dari kertas yang sudah tidak terpakai kemudian saya bundel sendiri. Rasanya saya bisa menuangkan gagasan atau curhatan tanpa beban. Saat berbenah rumah, saya menemukan buku harian at...
D, Apakah kamu pernah mengalami bagaimana rasanya dibela? Ada seseorang yang bersedia membelamu apapun posisimu. Aku pernah. Hanya ada satu orang dari tujuh milyar manusia di dunia ini yang pernah mengatakannya. Bahkan tanpa dia tahu bagaimana posisiku. Suatu hari dia membuktikannya. Saat itu semua orang tentu akan mencaci maki atau setidaknya mundur teratur jika mengetahui apa yang sesungguhnya aku lakukan. Tetapi dia tidak melakukannya. Dia tetap menganggap hal yang aku lakukan sangatlah manusiawi. Sebuah kesalahan hanya akan menunjukkan sisi manusiawi seseorang. Dia menyebutnya sisi manusiawi, bukan sisi binatang atau setan dalam diriku. D, Apakah kamu pernah menemukan seseorang yang bersyukur karena mengenalmu. Aku pernah. Hanya satu kali ada orang yang bilang kalau dia merasa bersyukur kepada Tuhan karena menciptakan aku dan mempertemukanku dengannya. Kau tahu, D, aku kerap iri dengan orang yang memiliki pasangan yang baik dan bersyukur dengan pasangan yang dia pun...
Identitas Buku Judul: Bulan Merah Penulis: Gin Teguh Penerbit: Qanita (Mizan Group) Tahun Terbit: 2014 Jumlah halaman: 256 Halaman Novel ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang berjuang untuk kemerdekaan lewat musik keroncong. Pertunjukan yang mereka lakukan bukanlah pertunjukan biasa karena selalu digelar tiba-tiba, pertunjukkan selalu disisipi lagu yang liriknya tak dikenal orang. Sebab sebenarnya ada lirik-lirik berisi pesan rahasia yang ingin disampaikan kepada para penerima. Pesan-pesan rahasia itu kemudian akan berbalas dengan pesan-pesan rahasia lainnya. Semua terjadi begitu cepatnya. Harus cepat, sebelum patroli kolonial Belanda datang dan membubarkan pertunjukan.
Saya sering mendengar jenis rumah bergaya minimalis, tetapi gaya hidup minimalis baru saya dengar saat menonton video Ariel Bissett, salah satu booktuber favorit saya yang berbincang te n tang minimalist book lover . Akhirnya saya penasaran dan menemukan channel youtube Jenny Mustard yang banyak membahas tentang gaya hidup minimalis. Sebenarnya, tidak ada penjelasan baku mengenai minimalist lifestyle. Tapi dari beberapa video yang saya tonton, saya menyimpulkan bahwa minimalist lifestyle adalah salah satu pola hidup yang membuat seseorang membatasi diri untuk membeli, memiliki atau mengonsumsi banyak hal. Terutama hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tujuannya, bisa hidup lebih sehat dan bahagia. Intinya, kalau gaya hidup maksimalis (lawan minimalis) bisa membuatmu lebih bahagia ya tidak apa-apa.
Dan pada akhirnya tercetuslah dipikiranku untuk menulis. Sekedar membunuh waktu di sela rutinitas yang kadang bikin aku jemu. Yah selain itu barangkali hanya kali ini kita akan saling berbicara. Tak ada ruang dan waktu lain. Karena seperti yang kita tahu ada yang tega melerai kita dari sebuah pertemuan. Ada yang sebentar lagi akan pergi. Sesaat tapi jelas kedatangannya beberapa waktu ini membuat suasana yang berbeda. Aku berhasil untuk tidak menyaingi tetesannya dengan inisiatif yang spekulatif. Kali ini jelas berbeda, jelas-jelas tidak ada. Bukan, bukan berarti aku lupa bagaimana cara mencipta sebuah tangis. Tapi barangkali aku jemu, dan mulai mengeliminasi satu persatu kosakata sendu dari hari-hariku. Apakah ini berarti tawa mendominasi, tidak selalu. Aku masih sesentimen dulu, aku masih sepeka itu. Apalagi berbicara tentang luka, kau lebih dari tahu. Tapi kali ini aku meramu rasa yang berbeda, yang sesungguhnya tak kukenal, ini hal baru tapi aku mau mencoba. Tentu s...
2017: Why more people are choosing a minimalist? Gaya hidup minimalis menjadi trend dan antitesis dari kehidupan konsumtif. Banyak orang yang memilih gaya hidup yang satu ini karena merasa less is more. Menjalani hidup dengan seminimal mungkin barang ternyata lebih membahagiakan. Sebab, kita memastikan bahwa barang yang kita miliki adalah barang yang memang kita butuhkan. Sejak membaca buku Marie Kondo, The Life Changing Magic of Tidying Up , saya terus mencari tahu tentang gaya hidup ini. Sambil terus mempraktikkan sedikit demi sedikit dalam kehidupan sehari-hari. Karena setiap hari saya kerap menghabiskan waktu di depan Youtube, bertemulah saya dengan channel Youtube yang banyak membahas tentang minimalism.
Comments
Post a Comment