Meminta Luka

Di matamu, pada akhirnya
kuberlabuh untuk kesekian kali
tanpa jemu.
Dibersamai luka, yang tiba-tiba aku lupa, beranjak kemana.

Di bidang dadamu pula,
bermuara segala deru dan degup cinta.

Kamu, adalah awal mula semua luka
yang berulang kali menganga.
Di sini.
Hatiku, yang berujung padamu berkali-kali
meminta siksa.

Desember 2013
Gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

[Komunitas] Tabrak Warna: Menolak Tua*

5 Upaya agar Bisa Konsisten Ngeblog

I Know Exactly Where My Happiness Could Be Found

What I Talk About, When I Talk About Reading*

My Journal Collection

Niagara Mini Jawa Barat: Curug Malela [Sebuah Catatan Perjalanan]