Posts

Kisah Zero to Hero dari Langitan

Image
Ini film tahun 2011, well kemana saja saya selama ini? Barangkali ini sedikit pembelaan bahwa saya bukan kaum sufi (suka film). Saya dibesarkan dengan bacaan, dan pada akhirnya lebih menikmati cerita lewat tulisan tinimbang lewat visual (film). Ketika saya menyukai sebuah film, biasanya saya memutar ulang film itu sampai beberapa kali, dan susah memulai melirik film lain kalau tidak merasa bahwa film itu “gue banget”. Begini, pagi ini setelah menyelesaikan deadline tulisan, saya mulai memilih film untuk sekedar bersenang-senang di pagi ini. Dan saya pilih film yang telah lama ngendap di netbook saya dan belum saya tonton. Tendangan dari Langit. Nah, tulisan ini pun bukan kritik atau review, tepatnya curahan hati secara pribadi.  Tidak semua film Indonesia itu jelek, itu hal yang saya percaya sejak lama. Setidaknya inilah salah satu film yang bisa saya nikmati. Film tahun 2011 yang baru saya tonton hari ini. Komentar saya pertama kali, saat melihat para pemain adalah ...

Galaksi Kinanthi yang Ikut Terkubur Bersama Kenangan

Image
“Kinanthi” Itulah novel yang banyak diingat dan disebut-sebut di acara Kemah Menulis Antitesa beberapa minggu yang lalu. Terlepas dari, entah karena penulis novel itu adalah penyelenggara dari acara itu sehingga yang datang adalah para fansnya, yang pasti dada saya selalu bergetar ketika nama tokoh itu disebutkan. Novel itu, kisah beserta tokoh di dalamnya ikut terkubur di hati saya seiring terkuburnya kenangan yang membersamainya. Dan kali ini Kinanthi mendorongku untuk menggalinya kembali yang otomatis mengangkat kembali kenangan-kenangan yang terbenam itu ke permukaan. Aku ingin menulis surat untuknya. Begini: Menjumpai, Kinanthi Hope Kali pertama aku berkenalan denganmu Thi, tersebab kehausanku membaca buku dan akhirnya mengobrak abrik rak buku teman dan menemukanmu tergolek disana. Kesan pertamaku melihatmu, terlihat menarik, unik sekaligus rapuh. Dadaku bergetar melihatmu Thi. Maka hari itu aku mulai membaca kisahmu satu persatu. Aiiih aku mulai terpik...

Melepaskan [Cerpen]

Image
Gambar dari sini Diyanti tak lantas percaya ketika banyak orang yang mengatakan padanya bahwa hidup ini sederhana dan begitu mudah untuk dilewati. Buktinya ketika kali ini dia dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit, batinnya seketika menjerit. Segala filosofi tentang kesederhanaan hidup, melepaskan dan mengikhlaskan tiba-tiba lenyap. Kali ini dia benar-benar merasa sulit melangkah. Sejam sebelum jam kuliahnya dimulai, dia sudah menyeruput secangkir kopi di sebuah warung berbilik bambu di pinggir sebuah jalan alternatif di tengah kota Bandung tak jauh dari kampusnya. Warung kopi ini memang tersembunyi, yang datang kesini hanya karyawan dari pabrik yang menjamur di sekitar sini. Hanya butuh waktu tiga menit menunggu, secangkir kopi hitam yang diseduh dengan air panas setengah dari takaran lazimnya sudah terhidang di meja. Sang pemilik warung sudah maklum dengan pesanan anak muda yang satu ini. Diyanti tidak lantas menyentuh cangkir itu, tidak sekarang ketika asap masih me...

Begini Cara Mencintai

Image
Saling memberi. Ucap mentari. Saling menjaga. Teriak langit. Saling berkorban. Sanggah bumi. Saling menyejukan. Bisik hujan. Saling mengerti. Ujar udara. Saling percaya. Tambah pelangi. Saling memilih. Jawab sungai Saling mendoakan. Kata aku. [Juni 2013]

Ritus Pagi

:Lelaki yang mengirimiku puisi setiap pagi sebait puisi yang kau kirimkan pagi ini :juga pagi-pagi sebelumnya melesapkan segala duka dan luka memadamkan aneka resah dan gelisah sebait puisi yang kau kirimkan pagi ini :juga pagi-pagi sebelumnya membuat dadaku buncah seketika senyumku merekah maka bagiku, hai Lelaki mencintaimu serupa mencintai pagi [Juli 2013]

Tentang Impian Tentang Perjuangan [Review Kemah Menulis Antitesa]

Image
Hari ke #1 “Apa sih novel yang paling temen-temen ingat?” itulah pertanyaan serius pertama Tasaro GK, yang mengawali kegiatan kemah menulis selama tiga hari dua malam ke depan. Beragam jawaban dari peserta, mulai dari judul novel dalam negeri maupun terjemahan dan ada pula yang menjawab buku teks tentang komputer. Dari semua jawaban peserta, disimpulkanlah bahwa novel yang diingat biasanya tentang perjuangan, tentang kesedihan, patah hati dan cerita sedih lainnya. “Kenapa cerita sedih banyak diminati?” pertanyaan selanjutnya membuat hening sesaat dan satu persatu peserta memberikan pernyataan. Karena seperti inilah realitanya. Siapa sih yang gak pernah sedih? Maka bagi kamu yang punya atau pernah mengalami cerita sedih, kamu punya modal dasar untuk menulis. Tinggal mengemas cerita sedih itu dan bagaimana si tokoh bangkit dari kesedihannya. Nah, kawan ternyata acara kemah menulis ini didesain agar kita mengalami banyak penderitaan, bahwa menjadi penulis itu tak sem...

Karma

Image
“Sekolah harus segera bertindak Bu, jangan dibiarkan. Hal ini akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap Sekolah.” Ucap Mardi berapi-api saat melaporkan kepada kepala sekolah bahwa ada salah satu siswa di sekolah tersebut tengah mengandung. “Baik Pak, dewan sekolah akan segera rapat dan memanggil siswa serta orangtuanya.” Ujar kepala sekolah dengan nada berat. Bimbang antara membiarkan siswa itu tetap ada di sekolah atau mengeluarkannya tanpa ampun. Sudah jelas bahwa terjadinya kecelakaan tersebut sebagian besar karena kesalahan sekolah tempat dia belajar. Hal ini berarti merupakan kegagalan sekolah dalam membimbing siswa dengan pemahaman yang baik. Dua hari kemudian, setelah diadakan rapat dewan sekolah kemudian memanggil orangtua siswa, maka Dita siswa kelas delapan resmi dikeluarkan dari sekolah. ****

Mencari Riri [Cerpen]

Image
Rumah panggung berdinding anyaman bambu dan berkusen kayu dicat coklat tua berdiri di atas sebuah tanah luas dengan berbagai tanaman di halaman depannya adalah rumah yang ditunjukan oleh pemilik warung di pinggir jalan yang tadi kulewati sebagai rumah milik pak Arif, ayah dari seorang gadis yang kucari keberadaanya sebulan terakhir. “ Puunteen... ” [1] Teriaku, ketika sampai di halaman rumah, tepat di depan pintu yang menghadap ke arah matahari terbit itu. Melihat tidak adanya tanda-tanda pintu itu akan terbuka dengan kedatangan sang pemilik rumah, aku mengulanginya beberapa kali. Jawabannya hanya sepi. Beruntung tak lama setelah itu, dari belakangku muncul seorang ibu dengan pakaian terciprat lumpur disana sini, kaki telanjang dan bertopi kerucut menghampiriku dengan wajah penuh tanda tanya. “ Milarian saha jang? ” [2] ujarnya seraya mendekati posisi aku berdiri. “Betul ini rumahnya Pak Arif? Saya teman kantornya Riri.” Sesaat kutangkap dari raut wajahnya, wanita it...

Berpisah

Ada yang terkelupas Dari dinding ingatan Kata yang merangkum Aku dan kamu menjadi kita Hingga putih yang terekam Kian tak terkatakan Mencipta garis antara kita Menjadi aku dan kamu Kemudian entah 2013

Monolog

Image
Dan pada akhirnya tercetuslah dipikiranku untuk menulis. Sekedar membunuh waktu di sela rutinitas yang kadang bikin aku jemu. Yah selain itu barangkali hanya kali ini kita akan saling berbicara. Tak ada ruang dan waktu lain. Karena seperti yang kita tahu ada yang tega melerai kita dari sebuah pertemuan. Ada yang sebentar lagi akan pergi. Sesaat tapi jelas kedatangannya beberapa waktu ini membuat suasana yang berbeda. Aku berhasil untuk tidak menyaingi tetesannya dengan inisiatif yang spekulatif. Kali ini jelas berbeda, jelas-jelas tidak ada. Bukan, bukan berarti aku lupa bagaimana cara mencipta sebuah tangis. Tapi barangkali aku jemu, dan mulai mengeliminasi satu persatu kosakata sendu dari hari-hariku. Apakah ini berarti tawa mendominasi, tidak selalu. Aku masih sesentimen dulu, aku masih sepeka itu. Apalagi berbicara tentang luka, kau lebih dari tahu. Tapi kali ini aku meramu rasa yang berbeda, yang sesungguhnya tak kukenal, ini hal baru tapi aku mau mencoba. Tentu s...

Menulis dengan Cinta [Review Gathering Komunitas Taraje dan FTBM]

Image
Membaca buku, membaca kehidupan. Menulis buku menulis kehidupan. Itulah kalimat yang selalu saya cantumkan ketika ditanya  motto hidup, membaca dan menulis dua hal yang saling melengkapi. Hal ini juga menjadi tema yang pas ketika bertemunya Komunitas Taraje dan Forum Taman Bacaan Masyarakat kemarin (11/11) di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Melati Jln.Panyawangan No.8 Panghegar Permai.  Topik yang menjadi bahasan pertama adalah perkenalan mengenai visi dan misi kedua belah pihak, mengenai TBM disampaikan langsung oleh Heni Rohaeni yang akrab dipanggil Bunda Heni secara gamblang tentang apa itu TBM dan apa yang diharapkan ketika bekerja sama dengan Komunitas Taraje. Nah, Komunitas Taraje yang dulunya bernama Anak Muda Bikin Buku ini berbasis di dunia cyber (kata yang akhirnya dijadikan pilihan selain menyebut dunia maya) yang merupakan kumpulan para penggiat literasi. Ada penulis profesional, penulis pemula, wartawan, fotografer dan lain-lain namun dengan harapan profes...

Tibet

Image
Hari ini, dengan cuaca cerah di sebuah saung beratap jerami. Aroma kopi menyeruak, perlahan menelusup ke rongga hidungku. Kopi yang bijinya ditumbuk, murni tanpa tambahan apapun, termasuk butiran gula. Pahit memang, tapi kekuatan aroma dan kepekatan pahitnya itu yang membuatku tak bisa tak menyentuhnya walau sehari. Kuteguk ia perlahan. Lalu kualihkan kembali pandangan pada laptop yang berdenyar. Kelip-kelip hijau terlihat di lampu indikator modemku. UMTS. Kampung ini masih perawan, belum tersentuh sinyal yang lebih tinggi dari itu. Kuseret pointer menuju bookmark toolbar mail , klik, beberapa saat kemudian muncul list unread mail . Ada email baru dari nama yang kukenal. Belum sempat kubuka, aku terdiam lama membaca subjek email itu. *** Tujuh tahun lalu, setelah lima menit bel istirahat sekolah berbunyi. “Aku ingin ke Tibet!” Setengah berteriak, kalimat itu meluncur dari seseorang bersuara cempreng yang duduk di sampingku. Teriakan yang tidak lantas membu...