Posts

Mengalahkan Diri Sendiri

Image
  "There is nothing noble in being superior to your fellow man, true nobility is being superior to your former self." - Ernest Hemingway  Pada suatu sore di hari Minggu, setelah makan siang bersama seorang teman , dia melanjutkan dengan meminum kopi dan saya menyeduh segelas teh . (Ini memang bukan kebiasaan yang sehat, tapi bagi kami, kebiasaan ini menyenangkan!) Selanjutnya sudah bisa ditebak, kami terlibat dalam sebuah p erbincan gan . Perbincangan random dari satu hal menuju hal lainnya. Dari seputar film sampai buku -buku yang baru saja sama-sama kami baca. Hingga topik tentang orang lain pun sempat nyempil di antara obrolan kami. Saya bercerita tentang beberapa orang teman dan pencapaian-pencapain yang telah mereka raih. Kami sama-sama sepakat, sekali waktu kerap merasa iri dengan apa yang orang lain raih. Sekalipun tentu kita tak pernah tahu usaha berdarah-darah seperti apa yang telah mereka lewati untuk mendapatkan semua itu. “Terlebih ketika or...

Dare to Dream, and Dare to Make Your Dream Come True (Majalah Janna, Desember 2012)

Image
(Menemukan tulisan lama yang isinya sok-sokan ini di blog BEM FEB UNSOED. Diposting tanggal 6 September 2013 :D Sebagian isinya telah saya edit, versi asli cek di sini .) *** “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” [Arai] Yups, tidak semua mimpi datang saat tidur. Mimpi juga datang ketika terjaga. Kenapa butuh keberanian untuk bermimpi? Karena ternyata banyak orang di luaran sana takut bermimpi yang tinggi, karena tidak percaya diri lah, pesimis lah, atau takut diledek sebagai pemimpi. Lha emang Weight bersaudara tidak bermimpi dulu sebelum menerbangkan manusia? Begitu juga Edmun Hillary yang menaklukan Mount Everest. Atau Daniel Mahendra yang berhasil mengunjungi Tibet dalam bukunya Perjalanan ke Atap Dunia . Mereka itu para pemimpi! Lagian mimpi itu gratis kok. Tinggal kita berani atau tidak untuk menetapkan impian kita. Jika sudah terlintas maka tuliskanlah atau ungkapkan pada orang lain. Paulo Coelho bilang, when you want something, all the univ...

Read-A-Thon Day #4: Membaca Buku dalam Sekali Duduk

Image
Finished Curat-coret di Toilet by Eka Kurniawan "Cerita yang habis dibaca dalam sekali duduk" memang selalu identik dengan pengertian cerpen. Karena ruangnya yang singkat, sebuah cerpen memungkinkan buat dibaca dalam sekali duduk. Tapi bagaiman dengan sebuah buku? Bagi saya sendiri, t entu saja salah satu syarat yang harus dipenuhinya adalah bukunya tidak terlampau tebal dan isinya bisa bikin saya betah berlama-lama di depan buku tersebut . Dua faktor itu yang bikin saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam waktu singkat. Pada hari keempat Read-A-Thon, saya bisa menyelesaikan Curat-coret di Toilet dalam sekali duduk sepanjang sore sepulang kerja. Karena memang bukunya tipis (120 halaman) dan cerita-ceritanya bagus, berhasil bikin saya ketagihan pengen baca lagi dan lagi. Ini memang bukan kali pertama saya membaca buku dalam sekali duduk. Beberapa tahun ke belakang (terutama saat masih kuliah) saya sering membaca buku di Gramedia Merdeka dan nyaris sel...

Read-A-Thon Day #3: Perihal Ending Cerita

Image
Finished Rumah Kopi Singa Tertawa by Yusi Avianto Pareanom "Jangan pernah ikuti keinginan pembaca." Saya pernah mendapat wejangan seperti itu dalam sebuah acara kepenulisan . “ Tidak mengikuti keinginan pembaca , bukan berarti tidak bisa membuat pembaca terkesan membaca tulisan kita. Hanya saja sebisa mungkin membuat alur atau ending yang bertolak belakang dengan harapan pembaca. Misalnya ketika menulis kisah cinta, harapannya pasti happy ending , buatlah cerita yang menggantung atau justru sad ending . ” Kurang lebih demikian yang saya tangkap. Sependek pengalaman saya dalam membaca, saya justru lebih suka mendapat ending yang diluar dugaan (atau mungkin harapan) saya . Sekalipun kecewa, r asanya ada kepuasan tersendiri. Saya bisa memaki-maki , teriak-teriak dan menertawakan kebodohan diri sendiri kenapa sampai terkecoh . Tetapi , justru di sanalah sisi kenikmatan dalam membaca. Kalau sudah tahu endingnya, ngapain mesti dibaca ? Begitu pikiran pen...

Read-A-Thon Day #2: Membaca di Tempat Umum

Image
- Finished Percy Jackson & The Olimpians #5: The Last Olympian by Rick Riordan - On page 28 of 172 Rumah Kopi Singa Tertawa by Yusi Avianto Pareanom Akhirnya pada hari kedua, saya bisa menyelesaikan Percy Jackson buku kelima. Membaca seri ini cukup melelahkan karena penuh dengan pertempuran. Sekalipun endingnya bisa ditebak, tetapi tetap bikin penasaran bagaimana akhirnya pergulatan Percy melawan kekuatan Kronos. 160 halaman terakhir Percy Jackson saya selesaikan sore hari selepas kerja, tetapi ada sebagian bab yang saya baca saat perjalanan ke tempat kerja (baik berangkat atau pulangnya). Sekalipun jarak antara kosan dan tempat kerja hanya berjarak kurang lebih 5 km, tetapi bisa menghabiskan waktu 40-60 menit menggunakan angkot. Waktu sebanyak itu biasanya saya habiskan dengan membaca buku, sesekali buka handphone atau bengong aja liat jalanan. Berhubung ada target yang harus saya tuntaskan, saya memilih menghabiskan waktu untuk membaca di perjalanan. Mem...

Read-A-Thon Day #1: Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Image
I’m on page 290 of 452 Percy Jackson and The Olympians #5: The Last Olympian Saat tulisan ini dibuat, saya masih berada di halaman 290 buku kelima serial Percy Jackson . Ya, saya baru menyelesaikan setengah buku dari total halaman sekitar 450. Saya tidak dapat menyelesaikannya pada hari pertama sebab seharian kemarin saya hanya menghabiskan waktu untuk membaca kurang lebih tiga atau empat jam. Mencuri-curi waktu saat bangun tidur, sore hari dan menjelang tidur sebab siang harus kerja ditambah jam kerja malam. Awalnya saya terlalu berambisi menyelesaikan buku ini dalam satu hari. Saya memang sengaja tidak memasukkannya ke dalam toples TBR dan memilih mendahulukan buku ini. Saya pikir, mumpung masih awal-awal, yang otomatis energi saya masih besar untuk menghadapi buku setebal 452 halaman . Bagi saya yang memang termasuk pembaca yang lambat, 45 2 halaman bukan hal yang mudah, terbukti saya hanya mampu mencapai angka 200-an saja . Daripada “membaca sebanyak mun...

Read-A-Thon and TBR Jar Challenge

Image
Apa yang biasanya kamu lakukan saat bosan? Misalnya bosan membaca buku dengan genre yang gitu-gitu aja, terlebih dengan cara yang gitu-gitu aja. Try something new? Ya, cobalah sesuatu yang baru. Biasanya hal-hal baru akan membuat hasrat dalam melakukan sesuatu bangkit lagi bahkan cenderung membuat semangat menggebu-gebu. Nah, saat ini saya merasa butuh sebuah pengalaman baru dalam membaca karena merasa bosan dan jenuh dengan cara saya membaca selama ini. Read-A-Thon and TBR Jar Challenge is the answer. Saya belum menemukan padanan kata dari istilah-istilah tersebut dalam bahasa Indonesia. Intinya Read-A-Thon itu membaca beberapa buku secara maraton dalam beberapa   hari. Sebenarnya program ini biasanya dilakukan setahun sekali, yaitu pada bulan Agustus secara serentak. (CMIIW) Sedangkan untuk TBR ( To Be Read ) Jar Challenge , saya akan menentukan beberapa buku yang belum dibaca, kemudian menuliskan judulnya dalam secarik kertas, lalu memasukkan ...

[WRAP UP] Buku yang Dibaca Bulan Agustus 2015

Image
Bulan Agustus ini saya cukup produktif dalam membaca. Bisa jadi karena dorongan rasa bersalah melihat tumpukan buku yang belum dibaca atau juga karena miris melihat reading challenge yang masih jauh dari posisi aman. Bayangkan saja, tahun 2015 kurang dari lima bulan lagi, sedangkan saya baru membaca setengah dari jumlah buku yang ditargetkan. Jika awalnya saya berencana membaca satu buku satu minggu (sebulan empat buku) lima bulan ke depan saya harus membaca setidaknya enam buku setiap bulannya untuk bisa menyelesaikan target tersebut. Nah, ini dia enam buku yang menemani saya menjelang tidur, perjalanan naik angkot atau saat saya kehilangan ide untuk mengisi waktu saya yang sangat luang di bulan Agustus kemarin : 1. The Great Gatsby, F. Scott Fitzgerald Sudah lama saya ingin membaca novel karya penulis era 20-an ini. Entah karena saya sudah menonton filmnya dan saya suka atau karena sejak menonton Midnight in Paris (2011) saya merasa memiliki kedekatan deng...

Perihal Komentar Google+ di Blogspot

Image
Sedikit berbeda dari postingan saya biasanya, kali ini saya ingin berbagi seputar komentar di blog spot . Kebetulan beberapa hari yang lalu saya kesal karena beberapa bulan terakhir (iya beberapa bulan terakhir dan baru kesel kemarin) saya tidak bisa membalas komentar di blog, tidak ada moderasi dan pemberitahua n ketika ada komentar. Setelah saya bertanya sana-sini disertai googling, saya akhirnya menyimpulkan bahwa blogspot memiliki dua fitur standar untuk komentar seperti halnya ada dua fitur untuk profil. Yaitu komentar bawaan blogspot dan komentar dengan menggunakan google+. Sebenarnya ada juga komentar yang langsung ngelink ke facebook dan fitur komentar lain misalnya Disqus . Tetapi saya hanya akan membahas dua hal yang selama ini sempat saya coba, yaitu komentar bawaan dan google+. Lucunya, beberapa bulan terakhir, untuk profil blog ini, saya memakai profil bawaan blogspot tetapi untuk komentar menggunakan komentar google+. Saya sadarnya baru-baru ini sih. Soalnya...

Menata Ulang Blog

Image
Gambar diambil dari sini . "Blogging is not about publishing as much as you can. It's about publishing as smart as you can." (Jon Morrow) Membuka dashboard blog dan goodreads adalah kebiasaan yang lebih sering saya lakukan ketimbang membuka facebook atau twitter . Akhir-akhir ini malah lebih sering lagi bolak-balik membuka blog ini sambil mikir mau dibawa ke mana hubungan kita blog ini? Mau diisi apa? Sebab beberapa bulan terakhir, postingan di blog menurun. Barangkali ini pengaruh godaan pertengahan tahun yang pernah saya bahas sebelumnya. Jadi saya harus menata ulang konten blog dan yang lebih penting mempertanyakan ulang tujuan dibuatnya blog ini. Saat pertama kali membuat blog ini tahun 2009, tak sempat terlintas mengenai tujuan pembuatan akun blog ini. Sama halnya ketika membuat akun facebook , twitter dan sejenisnya, saya tidak bertanya untuk apa saya membuat akun-akun itu, selain karena penasaran dan biar kekinian. Barangkali memang tidak ...

Godaan Pertengahan Tahun

Image
Melewati satu bulan tanpa ngeblog rasanya ada yang kurang. Perasaan tidak enak muncul melebihi perasaan tak enaknya menyelesaikan sebuah postingan. Ya, rasanya tidak enak memaksakan diri memposting tulisan yang masih berantakan secara konten atau tata bahasa. Tetapi ternyata lama tidak ngeblog pun rasanya tidak enak. Kemana saja saya selama dua bulan terakhir? Inilah beberapa alasan yang saya buat sebagai excuse . Dua bulan terakhir saya mendapatkan pekerjaan baru di sebuah online shop yang lumayan berkembang. Saya menghabiskan banyak waktu untuk beradaptasi dengan hal yang terbilang baru dan otomatis banyak hal yang harus saya pelajari. Hasil pembelajaran saya aplikasikan dalam pekerjaan untuk kemudian saya aplikasikan juga sedikit-sedikit di toko buku online yang sedang saya rintis. Oya, kini saya juga mengurus sebuah toko buku online. Masih baru, masih pusing ngurusin masalah sistem dan teknis. Saya belum menyeriusi usaha ini. Targetnya tiga bulan pertama jalan dulu, orang...

[Review] Konstantinopel: Misteri di Balik Jari Kelingking yang Hilang

Image
IDENTITAS BUKU Judul: Konstantinopel (Misteri di Balik Jari Kelingking yang Hilang) Pengarang: Sugha Penerbit: DIVA Press Cetakan: Pertama, April 2015 Jumlah Halaman: 272 Halaman Harga: Rp. 40.000 "Aku akan membawa kalian semua bersamaku, satu per satu!" Itulah pesan yang ditinggalkan oleh pelaku pembunuhan berantai dalam kisah ini. Pembunuhan berantai ini sampai berhasil menggoncang stabilitas negara karena terjadi di tengah hiruk pikuk menjelang Pemilu. Terlebih, para korban pembunuhan ini bukanlah orang biasa. Mereka adalah sekelompok anak muda Indonesia yang pernah berkuliah di Turki dan menamai kelompok mereka dengan sebutan Konstantinopel.