Posts

Selamat Tinggal kepada Kalimat-kalimat yang Belum Selesai

Image
Saat mendapatkan sesuatu, bisa jadi tanpa kusadari telah kehilangan sesuatu atau bahkan banyak hal. Kehadiran kehidupan baru, ternyata bagiku berarti kehilangan hal lain. Entah berapa kali ku berkata bahwa aku merindukan diriku. Merindukan banyak masa yang membuatku merasa hidup dan utuh. Merindukan sensasi sendirian dengan perasaan ketidakutuhan. Pencarian sebatas kata nyaman dan senang. Kini, masa-masa seperti itu telah berlalu. Dan di sini aku berdiri bukan hanya untuk diri sendiri. Saatnya mengucapkan selamat tinggal pada kalimat-kalimat yang belum selesai. Sekali lagi, masa-masa itu telah terlanjur berlalu. Saatnya melenyapkan aku. Selamat datang kehidupan baru! Mari sini genggam tanganku! :Ghiyats Al-Zain

Setelah Sekian Lama Nggak Ngeblog...

Image
Judul macam apa itu? Kalau dalam teori membuat headline, judul tersebut jelas nggak memenuhi kiteria judul menarik seperti: menggunakan angka, bahasa persuasif, click bait, etc. Ya, jujur saja saya merasa muak dengan teori-teori tersebut karena setiap hari harus berkutat dengan tulisan-tulisan sejenis itu. Baik kerjaan di kantor ataupun kerjaan freelance. Jadi, kali ini, setelah lebih dari dua bulan nggak ngeblog, lewat tulisan ini biarlah saya sesaat terbebas dari pakem-pakem tersebut. Sebab, isi tulisan ini juga hanya sekadar curhatan. Nah, kalau kamu merasa tulisan ini bakal unfaedah, silakan skip bacanya sampai sini saja. 

My Journal Collection

Image
When we translate an experience into language we essentially make the experience graspable. ( Dr. James  Pennebaker ) Kebiasaan saya menulis buku harian dimulai sejak SMP. Awalnya karena saya melihat teman-teman sepermainan pada punya diary, waktu itu saya menyebutnya diare XD Entah kenapa, saya tergila-gila dengan benda ini. Saya senang mengoleksinya terutama kalau gambarnya lucu-lucu. Saat itu saya mengisinya hanya sekadar untuk corat-coret nggak jelas, kadang menulis lirik lagu, quotes bahkan nama gebetan haha Semakin bertambahnya usia, saya masih terus merawat kebiasaan yang satu ini. Bedanya saya tidak lagi memilih buku yang lucu. Saya justru lebih senang menulis di buku yang biasa saja, kalau bisa malah kertas polos tanpa garis apapun. Lebih bagus lagi jika buku itu dibuat dari kertas yang sudah tidak terpakai kemudian saya bundel sendiri. Rasanya saya bisa menuangkan gagasan atau curhatan tanpa beban. Saat berbenah rumah, saya menemukan buku harian at...

REVIEW: Bulan Merah (Kisah Para Pembawa Pesan Rahasia)

Image
Identitas Buku Judul: Bulan Merah Penulis: Gin Teguh Penerbit: Qanita (Mizan Group) Tahun Terbit: 2014 Jumlah halaman: 256 Halaman Novel ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang berjuang untuk kemerdekaan lewat musik keroncong. Pertunjukan yang mereka lakukan bukanlah pertunjukan biasa karena selalu digelar tiba-tiba, pertunjukkan selalu disisipi lagu yang liriknya tak dikenal orang. Sebab sebenarnya ada lirik-lirik berisi pesan rahasia yang ingin disampaikan kepada para penerima.  Pesan-pesan rahasia itu kemudian akan berbalas dengan pesan-pesan rahasia lainnya. Semua terjadi begitu cepatnya. Harus cepat, sebelum patroli kolonial Belanda datang dan membubarkan pertunjukan.

Belajar tentang Gaya Hidup Minimalis dari 5 Youtubers Ini

Image
2017: Why more people are choosing a minimalist? Gaya hidup minimalis menjadi trend dan antitesis dari kehidupan konsumtif. Banyak orang yang memilih gaya hidup yang satu ini karena merasa less is more. Menjalani hidup dengan seminimal mungkin barang ternyata lebih membahagiakan. Sebab, kita memastikan bahwa barang yang kita miliki adalah barang yang memang kita butuhkan. Sejak membaca buku Marie Kondo, The Life Changing Magic of Tidying Up , saya terus mencari tahu tentang gaya hidup ini. Sambil terus mempraktikkan sedikit demi sedikit dalam kehidupan sehari-hari. Karena setiap hari saya kerap menghabiskan waktu di depan Youtube, bertemulah saya dengan channel Youtube yang banyak membahas tentang minimalism.

Dapet Kerjaan Gara-gara Ngeblog

Image
Get comfortable being uncomfortable. That's how you break the plateau and rich that next level. - Chalene Johnson Suatu hari, saya sempat melihat status blogger ternama meminta alamat blog untuk dikunjungi. Tapi beliau mensyaratkan blog yang sudah TLD. Karena dengan begitu katanya bisa dilihat keseriusannya dalam ngeblog. Saat berbincang dengan Icha Planifolia lewat telepon, kami berbincang banyak tentang blogging. Begitu juga dengan masalah TLD ini. Saya mengeluh bahwa saya sempet minder karena blog belum TLD. Kesimpulan simpel saya, TLD itu blog dengan belakangnya .com bukan blogspot atau wordpress seperti milik kami. Kami memang sama-sama sempet pengen migrasi ke .com, tapi untuk beberapa pertimbangan kami sama-sama mengurungkan niat. Ketakutan kami hanya satu, kalau lupa memperpanjang, halaman blog akan menghilang. Ini juga yang jadi pertanyaan saya selama ini. Kalau lupa perpanjang apakah bisa otomatis dikembalikan ke blogspot? Apakah posting...

Recently Favorite: Mulai dari Yoga sampai Skincare

Image
Tulisan ini sebenarnya mengadaptasi jenis video yang biasa diunggah oleh para Youtuber, seperti Monthly Favorite, Summer Favorite untuk merangkum hal-hal yang digandrungi pada moment tersebut. Bisa berupa buku, beauty things, music, dsb. Kali ini saya mau nulis hal-hal yang lagi saya gandrungi secara random saja. Hal yang bikin saya harus menuliskanya karena ternyata hal-hal berikut ini banyak mengubah hidup saya. Source Yoga Pada awal tahun 2017 saya bikin resolusi yang sama seperti sebelumnya yaitu read more, write more and also exercise more. Nah untuk olahraga sebenarnya saya cuman punya alternatif lari di Gymnasium UPI setiap hari Minggu, tapi ternyata tak banyak waktu yang saya punya. Hidup saya hari ini hanya berpusar pada kantor-rumah-kantor-rumah lalu mudik ke rumah mertua saat weekend. Jadi saya coba cari-cari alternatif untuk bisa berolahraga di rumah dan ketemulah saya sama channel youtube nya Luisa Turnip . Jadi saya bisa praktik yoga di rumah setiap jam 6 pag...

Menulis sebagai Passion, Pekerjaan atau Hobi?

Image
Dalam salah satu rapat karyawan di tempat saya bekerja, kami sempat berbincang tentang passion dan motivasi bekerja. Menggali faktor “why” ketika memilih sebuah pekerjaan. Muncullah bahasan bahwa dalam menentukan passion, kita harus memutuskan manakah hal yang memang benar-benar menjadi passion kita dan manakah hal yang mudah dilakukan. Jika saya berkaca pada diri sendiri, saya selalu yakin bahwa menulis adalah jalan hidup saya. Tetapi, setiap kali ditanya mau fokus di mana, saya masik suka bingung. Saat ini, setidaknya ada tiga hal yang masih saya jalani:

5 Upaya agar Bisa Konsisten Ngeblog

Image
“ Creativity without discipline will struggle, creativity with discipline will succeed. ” ― Amit Kalantri, Wealth of Words Membuat postingan di blog, terlebih membuat postingan yang bagus, bukanlah perkara mudah. Seorang blogger harus bisa menangkap ide lalu menuangkannya ke dalam bentuk tulisan yang menarik. Tak selesai sampai di sana, sebelum di-posting, tulisan harus melewati proses editing, khawatir ada typo atau ada informasi yang keliru. Seorang blogger juga harus mencari gambar yang pas dengan isi tulisan. Dan yang lebih sulit dari itu semua adalah mengupayakan agar bisa konsisten ngeblog. Setidaknya itulah yang saya rasakan sependek pengalaman saya sebagai blogger. Dari segala tantangan yang dihadapi tentu ada banyak upaya yang bisa kita lakukan agar bisa terus konsisten ngeblog. Dan inilah 5 hal yang selalu saya coba agar bisa terus ngeblog: 1.       Bergabung dalam Komunitas Blogger Ada banyak komunitas blogger yang bisa ditemukan ...

Tetes Diorama Terakhir (Litera.co.id, 5 Juni 2017)

Image
Cerpen saya berjudul Tetes Diorama Terakhir dimuat di Litera.co.id, majalah online yang memuat berita dan tulisan sastra kontemporer. Cek tulisan selengkapnya di sini .

Cyberbullying: What I Hate From Internet

Image
Sumber Gambar Beberapa bulan terakhir, saya menemukan postingan dari beberapa Youtuber yang mengungkap tentang depression atau mental health mereka yang terganggu gara-gara popularitas mereka di internet. Sebut saja video yang diunggah oleh booktuber favorit saya: Katytastic dan Zoe . Barangkali kita akan berpikir betapa menyenangkannya menjadi mereka. Orang yang awalnya bukan siapa-siapa tiba-tiba terkenal, kemudian menjadi influencer dan bisa dengan mudah mendapatkan uang dari internet. Di saat kita hanya menjadi penonton, penikmat postingan-postingan mereka, mereka bisa ribuan langkah lebih maju bahkan mendapatkan penghasilan dari sana. Padahal kenyataannya tak semudah itu, mereka memulai dengan kerja keras dan penuh tekanan. Misal ketika stuck atau ketika memposting sesuatu yang justru membuat follower berkurang drastis, bahkan menuai komentar yang tidak diharapkan. Komentar yang dimaksud tidak melulu tentang komentar negatif. Tetapi juga misalnya yang diungkapkan Katyta...

Seni Membuang Barang [Edisi Pakaian]

Image
Bagi penganut minimalist lifestyle, get rid of things adalah hal yang esensial. Bahkan dalam buku Marie Kondo berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up yang membahas tentang seni beres-beres dan merapikan ala Jepang, membuang barang adalah pintu pertama yang harus dilalui seseorang jika ingin membuat rumah terlihat rapi. Metode yang terdapat dalam buku ini pun menjamin orang yang melakukannya tidak akan kembali membuat rumah berantakan. Saya pikir, ini adalah sebuah ide yang masuk akal. Bayangkan ketika di dalam suatu ruangan terdapat kasur dan lemari saja, tentu ruangan tersebut akan terlihat lebih lengang dan rapi. Beda halnya ketika dipenuhi rak, baju menggantung di sana sini, barang-barang berserakan. Sekalipun disusun serapi mungkin, kesan berantakan dan sesak akan terlihat. Barangkali itu pula alasan sebagian besar orang minimalist begitu fanatik dengan warna tertentu misalnya warna netral (hitam, putih abu), tujuannya ya meminimalisisr kesemrawutan. Tapi, y...