Posts

Menulis dengan Cinta [Review Gathering Komunitas Taraje dan FTBM]

Image
Membaca buku, membaca kehidupan. Menulis buku menulis kehidupan. Itulah kalimat yang selalu saya cantumkan ketika ditanya  motto hidup, membaca dan menulis dua hal yang saling melengkapi. Hal ini juga menjadi tema yang pas ketika bertemunya Komunitas Taraje dan Forum Taman Bacaan Masyarakat kemarin (11/11) di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Melati Jln.Panyawangan No.8 Panghegar Permai.  Topik yang menjadi bahasan pertama adalah perkenalan mengenai visi dan misi kedua belah pihak, mengenai TBM disampaikan langsung oleh Heni Rohaeni yang akrab dipanggil Bunda Heni secara gamblang tentang apa itu TBM dan apa yang diharapkan ketika bekerja sama dengan Komunitas Taraje. Nah, Komunitas Taraje yang dulunya bernama Anak Muda Bikin Buku ini berbasis di dunia cyber (kata yang akhirnya dijadikan pilihan selain menyebut dunia maya) yang merupakan kumpulan para penggiat literasi. Ada penulis profesional, penulis pemula, wartawan, fotografer dan lain-lain namun dengan harapan profes...

Tibet

Image
Hari ini, dengan cuaca cerah di sebuah saung beratap jerami. Aroma kopi menyeruak, perlahan menelusup ke rongga hidungku. Kopi yang bijinya ditumbuk, murni tanpa tambahan apapun, termasuk butiran gula. Pahit memang, tapi kekuatan aroma dan kepekatan pahitnya itu yang membuatku tak bisa tak menyentuhnya walau sehari. Kuteguk ia perlahan. Lalu kualihkan kembali pandangan pada laptop yang berdenyar. Kelip-kelip hijau terlihat di lampu indikator modemku. UMTS. Kampung ini masih perawan, belum tersentuh sinyal yang lebih tinggi dari itu. Kuseret pointer menuju bookmark toolbar mail , klik, beberapa saat kemudian muncul list unread mail . Ada email baru dari nama yang kukenal. Belum sempat kubuka, aku terdiam lama membaca subjek email itu. *** Tujuh tahun lalu, setelah lima menit bel istirahat sekolah berbunyi. “Aku ingin ke Tibet!” Setengah berteriak, kalimat itu meluncur dari seseorang bersuara cempreng yang duduk di sampingku. Teriakan yang tidak lantas membu...

Niagara Mini Jawa Barat: Curug Malela [Sebuah Catatan Perjalanan]

Image
 Apakah kamu penyuka traveling ke alam bebas? Senang melebur dengan alam dan merasakan denyut nadi kehidupan asri, belum terjamah polusi? Maka boleh jadi Curug Malela menjadi pilihan yang tepat buat dikunjungi. Lokasinya di di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung. GPS menunjukkan posisi koordinat S07*00’38.1″ E107*12’22.0″ di atas batu tempat memandang keindahan curug itu.  Bagiku sendiri yang merupakan orang Gununghalu, berjarak 20KM dari lokasi, adalah mimpi untuk bisa mengunjungi niagara mini ini, pesona keindahannya sering kujumpai di situs-situs para traveler yang rata-rata dari luar Bandung. How come! Aku sendiri yang deket kesana belum pernah, tapi akhirnya bisa terlaksana juga pada tanggal 20 Agustus 2012 sehari setelah lebaran kemaren, bersama tiga orang teman semasa putih biru yaitu Rhadi, Rena dan Ahsai kami mengunjungi tempat ini. Hei, ternyata diantara kami cuman ...

Dengarkan Aku!

Image
Aku kerap melihat ia tertegun lama setiap kali terjaga dari tidurnya, lantas kemudian caci maki mulai meluncur dari bibirnya, ia memaki dirinya sendiri. “How come… mengapa lagi-lagi?” Biar kutebak, ia pasti habis bermimpi sosok yang sama, sosok yang bisa jadi mendominasi hari-harinya entah sekian abad atau milenia. Itulah yang sering ia lakukan, semacam ritual dalam ritme hidupnya. Terkadang aku lihat juga ia kepalkan tangannya dan meninju bantal atau kasur tipisnya, untungnya tak pernah ia layangkan tinjunya padaku, karena rasanya pasti akan sakit. Tapi kurasa kali ini ia lebih baik, bukan seperti dulu, beberapa tahun yang lalu, hal tersebut ia lakukan dengan bersimbah air mata. Bahkan ketika ia kehabisan energi untuk terisak sekalipun, lelehan itu tetap meluncur mantap di kedua pipinya. Kali ini mungkin ia lelah menangis. Ahhh bukankah sudah aku nasehati ia berulangkali, “Kau pasti lelah, ketika kau banyak berharap kepada selain Sang Penggenggam Kehidupan.” Tapi enta...

Rasanya masih selalu sama, kelu!

Assalaamu'alaikum, Masaal khoir ya bint’, mita ruju’ ilal bait, insya Allah ana ruju’ lailatul ahad. Itulah sepenggal sms yang dikirimnya tanggal sembilan kemaren. Bikin aku terdiam lamaaaa, bukan karena ga ngerti kalimat sederhana itu, tapi mengingat-ingat kapan terakhir ketemu sama beliau. Setahun mungkin. Sejujurnya, kisah tentangnya demikian mendominasi dalam hidupku. Tapi tiba-tiba hatiku kecut, kenapa pula aku yang mengaku suka menulis, selalu kelu jika ingin bercerita tentangnya.  Bukan tidak pernah, beberapa kali aku pernah membuat cerita pendek atau puisi tentangnnya. Dan yang aku rasakan, aku tak bisa tak menangis ketika sampai di sebuah jada yang membuat aku bisu, tanganku beku untuk menuliskannya. Bagaimana aku harus membahasakannya? Aku gagal meramu kalimat paling pantas untuk menyatakan kesungguhannya, cintanya, kepeduliannya yang tak pernah surut. “ InsyaAllah taarikh 15, yumkin. ” Hanya itu balasanku atas pesannya. Aku ingin beruja...

Filosofi Sepuluh Detik Dikejar Anjing

Image
Ada yang tahu istilah buat phobia terhadapa anjing? Entahlah setiap kali melihat anjing, tiba-tiba badanku bergetar, dan mataku tertunduk, sebisa mungkin aku memalingkan pendanganku dari anjing itu. Ceritanya dimulai dari kejadian tahun 2008 lalu. Begini ceritanya..... Pagi yang sejuk di gang-gang pojok utara Kota bandung,disanalah atap pertama yang kusinggahi dalam pemburuan ilmu tak berujung ini (Wedezig lebay....). pagi itu aku mau berangkat kuliah, dengan pakaian rapih sesuai aturan yang ditetapkan kampus (Bakat taat aturan yang bersemayam di otakku sejak zaman sekolah dulu masih melekat kuat di era Mahasiswa Tingkat awalku).  Keluar dari gerbang kosan yang terletak di Cilimus itu, aku berjalan cepat, biasa gidig sarebu tea (Niru gaya jalannya orang-orang Jepang, wiiiihhh). Tiba-tiba tali sepatuku terurai, dan aku hendak membetulkannya, ga kebayang resiko kalo nyampe jatuh gara-gara nginjek tali sepatu sendiri, dan ternyata tanpa   kusadari di depan sana ada k...

Ctrl+S

Image
Menulis itu memang tidak bisa dipaksakan, ketika blank sama sekali tidak ada ide, menulis sebaris, separagraf kemudian dihapus lagi, layar putih bersih kembali. Benar-benar tidak bisa dipaksakan, begitu pula ketika keinginan menulis itu mencuat tajam, kemampuan komprehensi menjalar cepat merangkai kalimat, tidak bisa tidak, harus segera dituangkan, tidak bisa memaksa diri menarik selimut karena malam kian larut... Aku pun mulai mengetik dengan jemari yang gigil karena suhu udara malam yang nyaris bikin beku. Ketika semua selesai, tak bersisa, maka tubuh mulai bekerjasama, kantuk menyergap dan aku lelap, dengan layar yang masih berdenyar. Besok ketika bangun, tersadarlah, ada yang semalam kulupakan, rumus Ctrl+S. Syalalalala.... gambar dari sini

Mengikuti Perjalanan Supernova Keempat [Resensi Partikel Dee, Koran Jakarta 4 Mei 2012]]

Image
" Kita, manusia, adalah virus terjahat yang pernah ada di muka Bumi. Suatu saat nanti orang-orang akan berusaha meyakinkanmu bahwa manusia adalah bukti kesuksesan evolusi. Ingat baik-baik Zarah. Mereka salah besar. Kita adalah kutukan bagi Bumi ini. Bukan karena manusia pada dasarnya jahat, melainkan karena hampir semua manusia hidup dalam mimpi. Mereka pikir mereka terjaga, padahal tidak. Manusia adalah spesies paling berbahaya karena ketidaksadaran mereka. " Itulah kutipan sebuah dialog seorang ayah bernama Firas, dosen genius yang kerap disebut-sebut sebagai aset penting Institut Pertanitan Bogor. Dia adalah ilmuwan yang menggilai mikologi, kepada anak perempuannya bernama Zarah Amala. Mereka tinggal di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur. Firas membesarkan kedua anaknya, Zarah dan Hara, dengan cara yang tidak biasa. Meski ditentang anggota keluarga, akhirnya Firas mampu menanamkan berbagai ilmu kepada Zarah sehingga mampu melampau...

Cinta Sejati

Image
: Ridwan, Mu'min, Mila, Wida, Lutfi Barangkali ketika kita tahu ada seseorang yang senantiasa menyelipkan nama kita dalam doa-doanya. Tak akan lagi ada ujaran "Aku tak punya siapa-siapa" dari mulut kita. Barangkali ketika kita tahu ada seseorang yang berusaha, bekerja keras untuk kita, memeras keringat siang dan malam, seakan kata "lelah" itu telah terhapus dari kamus kehidupannya. Tak akan lagi meluncur kalimat "Tak ada yang peduli padaku" dari bibir kita. Sekalipun dia masih berujar "Maaf, bapak belum bisa membahagiakanmu. Maaf bapak belum bisa memenuhi semua keinginanmu." bahkan setelah ia menggadaikan kehidupannya untuk membahagiakanmu, untuk memenuhi keinginanmu. Bukankah cinta adalah perbuatan? Maka berhentilah mengharapkan cinta-cinta lain yang semu berbalut tipu, berhentilah memuja cinta-cinta lain yang hanya ucapan tanpa pembuktian. Berhentilah menggombali anak gadis orang! Cinta sejatimu adalah mereka, kedua ora...

Yang Terbaik Bagimu* (Puisi untuk Ayah)

Image
wahai waktu, tolong bawakan aku pada masa ketika aku belum mengingat apapun, namun akan kutemukan dia mendekatkan wajahnya di telingaku dan merapalkan bait-bait doa untukku. wahai waktu, tolong bawakan aku pada masa kecilku ketika aku masih bisa mendapati wajahnya di depan tungku kemudian memasakan kami sarapan ketika mama sedang tidak enak badan. Jujur saja, masakannya lebih enak dari masakan mama, pernah sekali waktu aku ungkapkan ini pada mama dan mama mengiyakan. wahai waktu, tolong bawa aku pada masa kanakku ketika aku lupa dengan sebuah surat di ujung juz amma, atau ketika aku hanya berhasil menghafal sebuah ayat ketika orang lain mampu membacanya bahkan sambil berlalri, dia hanya berujar bahwa kelak aku mampu menghafalnya. wahai waktu, tolong bawa aku pada masa remajaku ketika aku marah dan membanting pintu ketika ia memintaku melakukan sesuatu, lantas aku menangis di balik pintu kamarku dan meneteskan air mata dengan segenap perasaan benci, kenapa harus aku?

Pertemuan yang Terlewat

Image
:permintaan maaf untuk seorang sahabat ada pengakuan yang terselip di krenyit rona senja yang kerlip matamu yang berlian terpantul di punggung jalan tempat kita merekatkan jari-jari tangan tapi hanya sekedar pengakuan tanpa tinta yang tergores tanpa jejak yang menapak tanpa senyum yang tersemat di sebuah angka yang kubulati diantara beberapa angka lain di pengingat ada pertemuan yang terlewat di lingkar-lingkar janji yang membuatmu kecewa aku sungguh tahu ingin ku berlari menapaki hari-hari yang telah pergi hanya untuk menatap senyummu yang demikian pekat menekuri sentuhanmu yang hangat pada jari-jari tanganku dan semoga masih terucap "kita sahabat" 9/7/2012 "Warung Kopi 24 jam"

dandelion

Image
Aku bukanlah Lichenes ataupun Sphagnum yang dapat hidup tanpa menggigil dibalik salju Aku juga bukanlah kaktus ataupun bunga Jericho di Kalahari yang dapat tumbuh nyaris tanpa air, Aku hanyalah dandelion kecil, bulat dan rapuh.....   Terabaikan terbang tertiup angin Tumbuh tanpa diminta,,, menebar benih sekalipun terlahir untuk dibunuh...  Lalu mati untuk tumbuh,,,terus berputar menjalani takdir, tetap terpenjara dalam perputaran roda siklus