Posts

Catatan (terlambat) 24 Tahun

Image
Saya katakan terlambat karena saya berulang tahun bulan lalu, tepatnya tanggal 23 April. Hal yang saya pikirkan pertama kali saat terjaga di pagi hari, tanggal 23 itu bukanlah berharap mendapat ucapan selamat pukul 12 malam, kejutan, tiup lilin atau kado.  Pertama, karena memang saya dibesarkan dengan pemahaman "tidak ada perayaan ulang tahun". Saya teringat waktu kecil pernah bertanya kenapa saat saya ulang tahun, tidak ada kue, tumpeng atau kado seperti teman-teman saya yang lain. Orang tua saya hanya menjawab "Ulang tahun yang sesungguhnya bukanlah tiup lilin atau makan tumpeng, tetapi kamu bertambah usia disertai dengan bertambah dewasa, tidak meninggalkan salat, dan makin rajin belajar." Kira-kira begitulah, saya tidak terlalu ingat redaksi yang diucapkan ayah saya. Yang pasti saya merasa cukup dengan jawaban tersebut. Kedua, yang saya pikirkan saat terbangun di pagi itu adalah saya merasa benar-benar takut mati. Foto : Dokumentasi pribadi Bangun ...

Saya Gagal Tetapi Tak Mau Menyerah

Image
Gambar dari sini Bulan kemarin sempet bikin program pribadi yang saya beri judul #MenantangDiri #30HariMenulis sebuah program selama 30 hari menulis cerita pendek di blog. Unfortunately , saya tidak menyelesaikannya. Saya hanya menulis sebelas cerita pendek. Ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa saya tidak menyelesaikannya dan berhenti di hari ke sebelas. Diantaranya: 1. Males 2. Males banget 3. Males kabina-bina 4. Males pisan 5. Malesna amit-amit 6. Males semales-malesna 7. Males pokonya

SELEMBAR KERTAS

Image
Sekalipun perempuan itu selalu mengaku aku adalah teman baiknya, sebenarnya dia tak terlalu ramah padaku. Sekali waktu dia menyapaku, di lain waktu dia sama sekali tak mengacuhkanku. Yah, sekalipun setiap hari kami bersinggungan. Seperti orang lain yang pernah kukenal sebelumnya. Mereka kerap melakukan sesuatu atau menghindari sesuatu hanya ketika ingin. Mereka mengistilahkannya dengan sebutan “mood”. Haa aku tak habis pikir. Bahkan untuk sekedar menyapa atau ngobrol ringan, basa-basi sekalipun, harus diatur oleh makhluk bernama “mood”. Gambar dari sini

KUTUKAN SANG JAWARA

Image
Seorang santri mencium punggung tangan Ajengan Sobur. Lama dan takzim. Kemudian dia lepas sebelum air mata dan tangisnya ruah. Santri mukim terakhir di pesantren itu meninggalkan ruang tamu Ajengan Sobur dengan seucap salam. Setelah kepergian seorang santri itu, pesantren pimpinan Ajengan Sobur kini resmi tidak memiliki santri mukim. Satu persatu meninggalkan pesantren karena mencari pekerjaan di kota, atau menuntut ilmu ke pesantren lain. Yah, keculai setiap sore dan malam hari. Masih ada anak-anak warga sekitar yang belajar mengaji di pesantren ini. Gambar dari sini

BALADA KADO ULANG TAHUN PERNIKAHAN

Image
Mrs.Henry melongok halaman rumahnya lewat jendela. Salju masih turun tipis-tipis, sekalipun puncak musim dingin telah lama berlalu. Perempuan yang usianya telah melewati kepala lima itu mondar-mandir di ruang tengah. Tungku perapian masih menyala. Dan di atas meja cangkir tehnya masih mengepulkan uap. Gambar dari sini Sesekali dia memandangi jam dinding. Beberapa jam lagi suaminya akan pulang. Sedang dia belum bisa ke luar rumah. Ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Mrs. Henry ingin membelikan suaminya sesuatu yang istimewa, selain membuatkan kue.

LELAKI YANG MATI MEMINUM KOPI

Image
Di usianya yang semakin senja, lelaki itu semakin sering sesumbar. Bahwa kelak ia akan mati sambil meneguk kopi. Jika kelak ia telah diambang ajalnya, ia meminta agar disediakan segelas kopi. Itulah wasiatnya kepada orang sekitar. Gambar dari sini

KEMELUT HATI ENDAH

Image
 Kejam dan tak pernah sekalipun memberi kesempatan untuk berbahagia. Itulah yang dipahami Endah tentang kehidupan. Lima tahun terlantar di jalanan telah membuat dia kenyang dengan beragam derita. Mulai dari penghinaan, cibiran, caci maki terhadap pekerjaannya. Disaat yang sama, pekerjaan itu tak pernah memberikannya penghidupan yang layak. Dengan suara pas-pasan, alat musik seadanya, Endah mencoba menghibur penumpang di angkutan umum. Sekalipun dia memakai polesan make up tebal, dan kerudung ala hijaber, semua orang tahu bahwa dia bukan seorang perempuan tulen. Orang-orang menyebutnya banci, sekalipun dia lebih senang disebut transgender. Gambar dari sini

KUE UNTUK IDA

Image
“Harganya mahal!” bentak bocah lelaki kepada adiknya. Bocah perempuan merengut. “Ida cuman mau liat gambarnya.” “Bohong! Kamu mau kan? Kalo kita diem lama di sana, dikiranya kita mau nyuri, Da!” Sentak bocah lelaki dengan nada tinggi. “Ida gak akan nyuri!” mata bocah perempuan itu membulat. Ada amarah dalam nada bicaranya. Ida kemudian berlari meninggalkan bocah lelaki yang terpaku di pinggir jalan. Nama bocah lelaki itu Pian. Usianya belum genap sepuluh tahun. Dia mengenakan baju yang kebesaran. Noda tanah tercetak di bagian punggung bagian atas dan pinggangnya, karena dia tidur di mana saja. Gambar dari sini

PERIHAL DUA ORANG LELAKI YANG BUNUH DIRI DARI ATAS MENARA MESJID

Image
Apakah Saudara pernah mendengar desas-desus mengenai dua lelaki yang bunuh diri dari atas menara mesjid? Ah tentu saja, Saudara pasti membaca beritanya di koran beberapa hari yang lalu. Perihal dua orang lelaki yang bunuh diri dari atas menara mesjid itu pun telah menjadi gosip panas di kampung kami. Mereka memang tidak bunuh diri berbarengan. Awalnya hanya Tarmujo kemudian disusul oleh kawan dekatnya, yaitu Kadir. Mereka berdua adalah marbot di mesjid itu. Gambar dari sini

RETROUVAILLES

Image
Jika ada yang bertanya padaku kapan saat-saat terbaik dalam hidupku, aku akan menyebut kejadian ini adalah salah satunya. Jika ada yang bertanya padaku apakah arti bahagia, aku akan mengatakan bahwa bagiku bahagia adalah dapat bertemu lagi dengannya. Mungkin ini terdengar berlebihan. Tetapi aku telah menghabiskan nyaris sepanjang usiaku untuk mencintainya. Setelah kepergianku, aku berusaha untuk mencarinya. Tetapi dia juga telah pergi dari tempat kelahiran kami. Bodohnya aku, harusnya aku mengamini pepatah lama yang entah aku dapat dari mana, bahwa cara terbaik untuk menemukan sesuatu adalah dengan berhenti mencarinya.Dan taraaa... dia sudah di depan mata. Gambar dari sini

SADRAH

Image
 Sudah lewat magrib, ketika lelaki itu mengetuk pintu rumah kelarga Rukmana. Lelaki yang diramalkan ayahnya akan datang ke sini, cepat atau lambat. Lelaki yang menghilang dua puluh tahun lalu, tepat lima menit setelah dia dilahirkan. Baiknya kuceritakan terlebih dahulu kejadian dua puluh tahun silam. Kejadian yang menggemparkan keluarga Rukmana sekaligus mereka rahasiakan dari para tetangga dan orang kampung. Semenit setelah istri Hadiana, ipar dari Rukmana melahirkan sepasang bayi kembar, bidan yang membantu persalinannya tergopoh menghampiri Hadiana. Gambar dari sini “Anakmu kembar, tetapi yang laki-laki menghilang.”

MATA SEMERAH DARAH

Image
Orang bilang, ada Tuhan di titik-titik air hujan yang turun ke bumi. Aku tak pernah mempercayai kebenarannya. Kecuali kali ini aku mencoba petuah ini. Meminta sesuatu yang barangkali telah mustahil bagiku. Bukan, bukan agar leherku yang telah koyak ini kembali utuh dan aku hidup lagi. Aku hanya meminta agar anak gadisku kembali. Bukan pula agar permintaan maafku diterimanya. Aku bahkan berharap dia melupakan bahwa aku adalah ayahnya. Gambar diambil dari sini