Posts

SOSOK DI DALAM CERMIN (Inilah Koran, 15 Februari 2015)

Image
Rumah itu hanya dihuni oleh seorang perempuan bersama suaminya. Di rumah itu tidak ada satu pun cermin. Bukan karena tidak mampu membelinya apalagi karena pengaruh film lokal yang pernah dia saksikan, seperti ada seseorang yang memiliki kemampuan memprediksi kematian hanya dengan melihat cermin. Atau, cerita pasaran tentang sesosok bayangan yang hanya muncul di dalam cermin. Hingga ada hantu yang keluar dari cermin. Melainkan, ada satu hal yang tak akan pernah dia lupakan dan itu berhubungan dengan cermin. Yaitu pada suatu hari, saat dia beranjak dari meja riasnya, sesaat matanya melirik ke arah cermin dan melihat bayangannya tidak ikut bergerak. *** Perihal bayangannya yang beberapa saat tetap terpaku pada cermin, perempuan itu memilih tak menceritakannya pada siapapun, termasuk pada suaminya. Terlebih, suaminya yang pendiam tak banyak bertanya saat dia menyingkirkan semua cermin di rumah. Bahkan, menutupi cermin yang menempel di lemari pakaian dengan koran. Adalah sesua...

Veronica Roth juga Membaca The Giver

Image
Bulan kemarin, setelah baca The Giver saya mengira-ngira, apa Veronica Roth membaca ini dan akhirnya terinspirasi untuk menulis Trilogi Diverget . Dan, baru ketemu jawabannya saat nonton wawancara ini. Jawabannya... ya! Veronica Roth membaca The Giver waktu dia kecil. Ngomong-ngomong, Veronica Roth ternyata cantik banget :D

Liebster Award

Image
Dalam waktu yang nyaris bersamaan, saya menjadi nominator Liebster Award dari dua orang sekaligus. Saya merasa girang, selama ini sering melihat blogger lain pada dapat award ini, akhirnya kesempatan ini datang juga pada blog saya! Haha... Sekalinya ada yang ngasih award langsung dari dua orang. Bagaimana saya tidak berterima kasih? Maka, saya haturkan terima kasih kepada Balasa dan Feni . Jika Balasa mengatakan bahwa Liebster Award ini terkesan kekanak-kanakan, maka sesungguhnya jiwa kekanak-kanankan saya sudah lama menantikan ada orang yang menjadikan saya sebagai nominator. Karena, setelah saya googling, award ini memang sebagai penghargaan kepada blogger lain dan mempererat silaturahmi antar blogger. Mulia banget kan? Oke, ini bagian yang membosankan, bahwa ada beberapa peraturan standar yang harus saya lakukan, diantaranya: 1. Penerima award wajib berterima kasih kepada pemberi award. 2. Penerima award wajib mendeskripsikan 11 fakta mengenai dirinya. 3. Penerima ...

Buku yang Selesai Saya Baca pada Bulan Januari

Image
Pada awal tahun 2015 saya berniat untuk membuat target bacaan minimal 48 buku selama setahun. Artinya, setidaknya saya harus membaca empat buku setiap bulannya. Idealnya, setelah membaca setiap buku, saya langsung membuat review di blog. Tapi kalau sedang malas, ya minimalnya membuat review singkat di blog ini tentang semua buku yang dibaca pada bulan tersebut. Nah, untuk bulan ini berikut beberapa buku yang saya baca beserta review singkatnya: Surga Sungsang Penulis: Triyanto Triwikromo Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 144 halaman Cetakan: Pertama, Maret 2014 Sebelum membacanya, saya membolak-balik buku ini beberapa kali untuk memastikan apakah ini kumpulan cerpen atau novel, sebab di halaman depan dilabeli "Buku Cerita". Ternyata‒menurut pandangan saya‒ini bisa disebut sebagai keduanya. Kumpulan cerpen yang sekaligus adalah sebuah novel. Disebut kumpulan cerpen sebab setiap judul bisa dibaca dari bab mana saja . Setiap bab me...

Senja Tengah Terluka

Senja tengah terluka. Bunga bugenvil tengadah dan nampak muram, sedang paku-paku air hujan menusuk-nusuk tak tertahankan. Para penjaja air mata dalam cangkir-cangkir tembus pandang, berderet sepanjang jalan Braga. Pelancong dan penyair menahan geram, mengumpat serta mengutuk pelaku yang telah melukai senja. Hingga senja enggan menghadiri perayaan langit sebagaimana semestinya. Membuat cakrawala dibius hampa dan meresahkan siapa saja yang memandangnya. Pada jari-jari semesta. Senja merintih, memejamkan mata dengan air asin simbah di tubuhnya. Dalam pelukannya, seorang gadis terkapar, berdarah dengan lubang menganga di dadanya. Sesekali bibir gadis itu mendesis dengan napas tersengal. Mencari sisa-sisa kekuatan dari sorot mata senja yang tengah mendekapnya. “Tak ada yang akan benar-benar meninggalkanmu.” lantang senja berujar hingga memecahkan gendang telinga seorang pemuda yang tersungkur di jarak ribuan tahun cahaya. ***  Diikutsertakan dalam tantangan @Ka...

NaNoWriMo Membantumu Menyelesaikan Draft Satu

Image
NaNoWriMo adalah singkatan dari National Novel Writing Month . Dari singkatannya saja sudah sudah bisa ditangkap sebenarnya ini acara apa. Jika dikatakan kompetisi, ini adalah kompetisi untuk mengalahkan diri sendiri.   Untuk me njadi winner , para peserta “cukup” me nulis novel sebanyak 50.000 selama 30 hari di bulan November. J ika dikonversi ke dalam Ms.Word 50.000 kata itu sekitar 200 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5. Masalah teknis lain, seperti bagaimana valida si , mencari writing buddies d sb. langsung meluncur saja ke FAQ di web resminya. Chris Baty menggagas NaNo WriMo pada tahun 1999. Sekalipun judulnya “ National ” acara ini diikuti bukan hanya oleh orang Amerika tetapi menjadi gelaran yang diikuti oleh para penulis dari seluruh dunia. Di Indonesia juga banyak yang menjadi participant . F orum khusus untuk masing-masing negara bisa ditemukan di web NaNo WriMo atau di F acebook . Jadi , jangan merasa sendirian! Acara ini cocok untuk siapapun yang ingi...

Rekaman Ingatan Kampus Fiksi Angkatan X

Image
Jika kamu menulis sendirian di dalam kamar, kamu akan merasa bahwa tulisanmu yang paling keren. Tetapi, saat kamu keluar dari kamarmu, kamu akan menemukan banyak orang dengan tulisan yang lebih keren. –Edi Akhiles Tulisan ini sudah saya buat sejak selesai acara Kampus Fiksi, tetapi saya mengendapkannya terlalu lama, nyaris sepuluh hari. Saya memang bukan orang yang senang menulis secara spontan, lalu dalam waktu singkat mempostingnya di blog. Mungkin ini juga alasan saya tidak pernah bisa mengejar deadline tantangan Kampus Fiksi (Hallaaah, alesan!). Saya pun sempat berpikir bahwa tulisan ini sudah basi. Sudahlah tak usah diposting ! Pikir saya sebelumnya. Sebab, saya juga melihat postingan teman-teman yang lain pada bagus. Apalah tulisan saya ini dibandingkan tulisan mereka. Akan tetapi, saya kemudian teringat kalimat Pram yang selalu saya jadikan panduan, bahwa “ Menulis adalah sebuah keberanian .” Maka dengan prolog panjang lebar, saya dengan berani memposting tulisa...

Pulanglah!

Image
Pulanglah! Lalu kecup kening istrimu, juga anak lelakimu yang katanya kerap mengigau menyebut-nyebut namamu, menantimu, terperanjat setiap kali mendengar derit engsel pintu. Pulanglah! Bawakan istrimu bubur kacang hijau juga segelas susu hangat untuk anak lelakimu. Atau cukup tangan yang terentang dan sebuah permintan maaf. Pulanglah! Aku akan baik-baik saja. (2014) Gambar dari sini

Review Bumi dan Beberapa Hal tentang Membaca

Image
Gambar dari sini . Identitas Buku Judul: Bumi Pengarang: Tere Liye Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2014 Jumlah Halaman: 440 halaman Tak banyak penulis Indonesia yang menggarap genre Fantasi dan Sci-Fi menjadi sebuah cerita yang bagus. (Ah barangkali ini hanya pendapat saya saja yang bacaannya masih terbatas.) Tere Liye adalah salah satunya. Lewat novel Bumi , Tere Liye mengangkat tema mengenai dunia paralel. Bercerita tentang seorang anak belasan tahun yang bernama Raib. Seperti namanya, dia bisa raib dari pandangan orang lain hanya dengan menangkupkan kedua tangannya ke wajah. Raib bisa tiba-tiba tak terlihat tanpa repot-repot bersembunyi. Dia juga punya kebiasaan diam-diam memerhatikan seseorang tanpa orang itu sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan. Ah, bukankah ini kemampuan yang mengasyikan? Tetapi, kemampuan yang dimiliki oleh anak berusia 15 tahun ini bukan tanpa sebab. Ada misteri dibalik kemampuan itu yang baru akan diketahui pembaca di...

[Review] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared

Image
Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared Pengarang: Jonas Jonasson Penerbit: Bentang Jumlah Halaman: viii + 508 hlm. Cetakan Pertama: Mei 2014 Tepat sejam sebelum pesta ulang tahunnya yang ke 100, Allan Karlson memutuskan untuk kabur lewat jendela dari rumah lansia di Malmkoping, Swedia. Pada acara itu, sang wali kota akan hadir, para wartawan surat kabar akan meliput, demikian juga dengan seluruh penghuni dan pegawai panti antusias mengikuti acara ini. Hanya yang berulang tahun yang tak berniat datang. Allan sudah berada di dalam bis dengan sebuah koper yang baru saja dia "curi". Perjalanan ini akan membawanya pada petualangan unik, penuh kegilaan serta kekacauan yang tidak sengaja dilakukannya. Pada saat yang sama Direktur Alice (kepala panti) mengetuk puntu Kamar 1 di rumah lansia dan menemukan penghuninya sudah tidak ada di tempat.

Perempuan Penjual Kesedihan

Image
Lima tahun yang lalu, kota kami dihebohkan dengan keberadaan seorang perempuan di sudut taman kota dengan memegang plang, “Dibeli, kesedihan dengan harga tinggi.” Gambar dari sini Kota kami geger. Orang-orang membicarakan perempuan itu di angkutan umum. Ada juga yang mengunggah fotonya di jejaring sosial. Berita tentang perempuan itu juga memenuhi halaman-halaman surat kabar. Tak butuh waktu lama, wajahnya muncul di televisi lalu disiarkan pada berita pagi dan petang. Berita mengenai sesuatu hal yang ganjil kerap cepat sekali merebak. Dunia memang sudah jungkir balik, hingga ada orang yang berani membeli kesedihan. Memangnya kesedihan itu semacam jagung bakar yang bebas diperjualbelikan di pinggir jalan? “Perempuan sinting!” “Ah, paling cari sensasi.” Orang-orang mulai berspekulasi. Tetapi lebih banyak lagi yang merasa penasaran dan benar-benar mengunjungi perempuan itu untuk menjual kesedihan.

Kembali #MenantangDiri #30HariMenulis Selesai

Image
Kembali#MenantangDiri #30HariMenulis selesai, kemarin. Harusnya postingan ini dipost kemarin. Tetapi karena ada emergency family , saya menundanya. Sambil berpikir semoga bisa membuat tulisan yang lebih bagus di hari spesial ini. Tetapi sayang sekali seharian tidak bisa membuka laptop, sampai kosan sudah sangat capek dan mati listrik :( Kembali#MenantangDiri #30HariMenulis selesai? Ya selesai! Ada rasa tidak percaya, ternyata saya bisa melangkah sekalipun masih tertatih-tatih. Mengingat pesan seorang filsuf China: It does not matter how slowly you go as long as you do not stop. (Confucius) Yes beres! Program pribadi ini memang tidak membawa saya kemana-mana, tidak memberikan banyak arti tetapi dari sini saya belajar. Belajar bagaimana rasanya setiap hari meracau tentang hal-hal yang dirasakan juga dialami atau sekedar imajinasi. Kemudian saya belajar untuk selalu peka, jujur dan memaklumi diri sendiri. Mengingat saya pernah bolos empat hari! Biarlaah biarlaah… yang pentin...