Posts

Godaan Pertengahan Tahun

Image
Melewati satu bulan tanpa ngeblog rasanya ada yang kurang. Perasaan tidak enak muncul melebihi perasaan tak enaknya menyelesaikan sebuah postingan. Ya, rasanya tidak enak memaksakan diri memposting tulisan yang masih berantakan secara konten atau tata bahasa. Tetapi ternyata lama tidak ngeblog pun rasanya tidak enak. Kemana saja saya selama dua bulan terakhir? Inilah beberapa alasan yang saya buat sebagai excuse . Dua bulan terakhir saya mendapatkan pekerjaan baru di sebuah online shop yang lumayan berkembang. Saya menghabiskan banyak waktu untuk beradaptasi dengan hal yang terbilang baru dan otomatis banyak hal yang harus saya pelajari. Hasil pembelajaran saya aplikasikan dalam pekerjaan untuk kemudian saya aplikasikan juga sedikit-sedikit di toko buku online yang sedang saya rintis. Oya, kini saya juga mengurus sebuah toko buku online. Masih baru, masih pusing ngurusin masalah sistem dan teknis. Saya belum menyeriusi usaha ini. Targetnya tiga bulan pertama jalan dulu, orang...

[Review] Konstantinopel: Misteri di Balik Jari Kelingking yang Hilang

Image
IDENTITAS BUKU Judul: Konstantinopel (Misteri di Balik Jari Kelingking yang Hilang) Pengarang: Sugha Penerbit: DIVA Press Cetakan: Pertama, April 2015 Jumlah Halaman: 272 Halaman Harga: Rp. 40.000 "Aku akan membawa kalian semua bersamaku, satu per satu!" Itulah pesan yang ditinggalkan oleh pelaku pembunuhan berantai dalam kisah ini. Pembunuhan berantai ini sampai berhasil menggoncang stabilitas negara karena terjadi di tengah hiruk pikuk menjelang Pemilu. Terlebih, para korban pembunuhan ini bukanlah orang biasa. Mereka adalah sekelompok anak muda Indonesia yang pernah berkuliah di Turki dan menamai kelompok mereka dengan sebutan Konstantinopel.

7 Cara untuk Bertahan Selama Camp NaNoWriMo April 2015

Image
Gambar dari sini . April baru saja tiba. Artinya sebentar lagi saya ulang tahun. Krik krik krik... Oke ini nggak penting, jika urusan ulang tahun ini urusan personal, ada urusan lain yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Terutama untuk orang yang suka nulis terus butuh program untuk menulis draft satu dalam satu bulan atau orang yang susah berkomitmen untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai karena kehilangan mood di tengah jalan. Like me! Haha NaNoWriMo adalah jawabannya! Sebelumnya saya pernah menulis tentang NaNoWriMo di sini . Bukannya NaNoWriMo diadakannya bulan November ya?  Yep betul! NaNoWriMo memang berlangsung selama bulan November tetapi pada bulan April dan Juli ada program sampingan yang disebut Camp NaNoWriMo. Gaungnya memang tidak seramai NaNoWriMo bulan November tetapi patut dicoba. Camp memang sedikit berbeda dari program utama NaNoWriMo, diantaranya:  

Maleficent (2014), Merekonstruksi Cerita Lama Menjadi Kekinian

Image
Gambar diambil dari sini . Masih belum terbiasa membuat review film, karena saya bukan orang yang begitu suka nonton film atau televisi, jadi pengetahuan saya seputar perfilman atau pertelevisian masih terbatas. Tetapi, akhirnya memutuskan untuk terus mencoba menulis review mengingat obrolan dengan seorang teman bahwa membuat review itu bagus untuk membangun kebiasaan menulis, syukur-syukur hingga mengembangkan kemampuan berargumentasi. Nah, kali ini saya ingin berbagi tentang film yang baru saja saya tonton, judulnya Maleficent . Film tahun 2014 yang dibintangi oleh Angelina Jolie. Saya tertarik menonton ini, karena sedang mencari referensi tentang dongeng kontemporer dan rekonstruksi dongeng. Film ini bikin saya mengangguk-angguk dan memuji beberapa kali karena bagus banget. Bercerita dari sudut pandang Maleficent, direkonstruksi dari karakter antagonis dalam film Sleeping Beauty (1959). Seorang peri muda tetapi memiliki kekuatan hebat yang hidup di hutan ajaib, Moo...

Aku Mencintaimu seperti Mencintai Secangkir Cappuccino

Image
Adakah yang lebih menarik dari secangkir cappuccino ? Bagiku espresso atau bahkan latte kalah menarik darinya. Sebentar, aku memulai tulisan ini dengan gaya sok sekali menggunakan istilah jenis-jenis kopi yang aku sendiri susah payah mengejanya. Cappuccino yang kumaksud adalah kopi susu yang dilengkapi busa di atasnya serta taburan bubuk coklat. Aku biasa membelinya di warung depan dengan harga yang sedikit lebih mahal dari kopi instan pada umumnya. Terpaksa harus kugunakan istilah ini untuk membedakannya dengan kopi susu lain. Boleh, ya? Seperti yang kubilang sebelumnya, setidaknya menurutku, cappuccino itu selalu terlihat cantik dan menarik di dalam cangkir, membuatku ingin mereguknya terus menerus hingga tandas. Aku bisa menghabiskannya dalam waktu sekejap. Setelahnya, seharian badanku gemetar, aku harus menetralisir lambungku dengan meminum banyak-banyak air putih sampai kembung. Sekalipun lambungku meradang, tak pernah sekalipun aku bosan. Perutku memang udik! Dikasih k...

GERBONG MAUT

Gerbong tiga, saat mentari sedang terik-teriknya... Kecepatan kereta berkurang dan terdengar bunyi derit roda dengan rel berarti sebuah harapan baru bagi mereka. Semua penghuni gerbong kereta itu berbondong-bondeng mendekati pintu, berharap seseorang membukanya memberi makanan, minuman atau sekadar udara segar. Seharusnya, mereka mengubur harapan itu dalam-dalam. Pintu itu tak kunjung terbuka. Tidak di sini, tidak di stasiun lain, sebelum mereka benar-benar tiba di Surabaya. "Air... Air...Air...." "Tolong buka pintunya, Tuan!" "Beri kami hawa!" Nyaris semua orang menggedor-gedor dinding gerbong. Mereka seolah terjebak di sebuah oven yang berada di atas panggangan dengan bara menyala-nyala. Tak butuh waktu lama untuk membuat kulit mereka melepuh seperti halnya gula yang lumer saat dipanaskan. Namun, sekuat apapun mereka berteriak, sekeras apapun mereka menggedor dinding, pintu tak kunjung dibuka.

Sebatas Permintaan

Perempuan itu, Tuan. Seseorang yang kau kenal dua tahun terakhir ini, nyaris berusia seperempat abad. Tentu kau akan menganggap bahwa dia memiliki pembawaan yang tenang sebab telah dimatangkan usia dan pengalaman. Apakah itu sebabnya kau berharap dia tak lagi merengek-rengek meminta semua keinginan remeh temehnya terpenuhi? Apakah itu pula sebabnya kau menganggap bahwa dia akan memahami keinginanmu tanpa diminta?  Ketahuilah, Tuan! Bahwa perempuan yang telah meniti tangga waktu lebih lama dari dirimu ini, jiwanya terjebak pada masa lalu. Saat ini, ketika dia melihat kehidupan telah berubah, teman-teman seusianya telah jauh melangkah. Dia masih berada di tempat yang sama seperti saat kau menemukannya dahulu. Tetap menjadi seorang gadis kecil yang meringkuk di sudut ruangan dan terlalu ketakutan melihat dunia luar.  Lalu uluran tangamu, Tuan. Adalah kehangatan pertama dan satu-satunya yang dia punya. Genggaman tanganmu adalah sebentuk kepercayaan. Perempuan itu tel...

SOSOK DI DALAM CERMIN (Inilah Koran, 15 Februari 2015)

Image
Rumah itu hanya dihuni oleh seorang perempuan bersama suaminya. Di rumah itu tidak ada satu pun cermin. Bukan karena tidak mampu membelinya apalagi karena pengaruh film lokal yang pernah dia saksikan, seperti ada seseorang yang memiliki kemampuan memprediksi kematian hanya dengan melihat cermin. Atau, cerita pasaran tentang sesosok bayangan yang hanya muncul di dalam cermin. Hingga ada hantu yang keluar dari cermin. Melainkan, ada satu hal yang tak akan pernah dia lupakan dan itu berhubungan dengan cermin. Yaitu pada suatu hari, saat dia beranjak dari meja riasnya, sesaat matanya melirik ke arah cermin dan melihat bayangannya tidak ikut bergerak. *** Perihal bayangannya yang beberapa saat tetap terpaku pada cermin, perempuan itu memilih tak menceritakannya pada siapapun, termasuk pada suaminya. Terlebih, suaminya yang pendiam tak banyak bertanya saat dia menyingkirkan semua cermin di rumah. Bahkan, menutupi cermin yang menempel di lemari pakaian dengan koran. Adalah sesua...

Veronica Roth juga Membaca The Giver

Image
Bulan kemarin, setelah baca The Giver saya mengira-ngira, apa Veronica Roth membaca ini dan akhirnya terinspirasi untuk menulis Trilogi Diverget . Dan, baru ketemu jawabannya saat nonton wawancara ini. Jawabannya... ya! Veronica Roth membaca The Giver waktu dia kecil. Ngomong-ngomong, Veronica Roth ternyata cantik banget :D

Liebster Award

Image
Dalam waktu yang nyaris bersamaan, saya menjadi nominator Liebster Award dari dua orang sekaligus. Saya merasa girang, selama ini sering melihat blogger lain pada dapat award ini, akhirnya kesempatan ini datang juga pada blog saya! Haha... Sekalinya ada yang ngasih award langsung dari dua orang. Bagaimana saya tidak berterima kasih? Maka, saya haturkan terima kasih kepada Balasa dan Feni . Jika Balasa mengatakan bahwa Liebster Award ini terkesan kekanak-kanakan, maka sesungguhnya jiwa kekanak-kanankan saya sudah lama menantikan ada orang yang menjadikan saya sebagai nominator. Karena, setelah saya googling, award ini memang sebagai penghargaan kepada blogger lain dan mempererat silaturahmi antar blogger. Mulia banget kan? Oke, ini bagian yang membosankan, bahwa ada beberapa peraturan standar yang harus saya lakukan, diantaranya: 1. Penerima award wajib berterima kasih kepada pemberi award. 2. Penerima award wajib mendeskripsikan 11 fakta mengenai dirinya. 3. Penerima ...

Buku yang Selesai Saya Baca pada Bulan Januari

Image
Pada awal tahun 2015 saya berniat untuk membuat target bacaan minimal 48 buku selama setahun. Artinya, setidaknya saya harus membaca empat buku setiap bulannya. Idealnya, setelah membaca setiap buku, saya langsung membuat review di blog. Tapi kalau sedang malas, ya minimalnya membuat review singkat di blog ini tentang semua buku yang dibaca pada bulan tersebut. Nah, untuk bulan ini berikut beberapa buku yang saya baca beserta review singkatnya: Surga Sungsang Penulis: Triyanto Triwikromo Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 144 halaman Cetakan: Pertama, Maret 2014 Sebelum membacanya, saya membolak-balik buku ini beberapa kali untuk memastikan apakah ini kumpulan cerpen atau novel, sebab di halaman depan dilabeli "Buku Cerita". Ternyata‒menurut pandangan saya‒ini bisa disebut sebagai keduanya. Kumpulan cerpen yang sekaligus adalah sebuah novel. Disebut kumpulan cerpen sebab setiap judul bisa dibaca dari bab mana saja . Setiap bab me...

Senja Tengah Terluka

Senja tengah terluka. Bunga bugenvil tengadah dan nampak muram, sedang paku-paku air hujan menusuk-nusuk tak tertahankan. Para penjaja air mata dalam cangkir-cangkir tembus pandang, berderet sepanjang jalan Braga. Pelancong dan penyair menahan geram, mengumpat serta mengutuk pelaku yang telah melukai senja. Hingga senja enggan menghadiri perayaan langit sebagaimana semestinya. Membuat cakrawala dibius hampa dan meresahkan siapa saja yang memandangnya. Pada jari-jari semesta. Senja merintih, memejamkan mata dengan air asin simbah di tubuhnya. Dalam pelukannya, seorang gadis terkapar, berdarah dengan lubang menganga di dadanya. Sesekali bibir gadis itu mendesis dengan napas tersengal. Mencari sisa-sisa kekuatan dari sorot mata senja yang tengah mendekapnya. “Tak ada yang akan benar-benar meninggalkanmu.” lantang senja berujar hingga memecahkan gendang telinga seorang pemuda yang tersungkur di jarak ribuan tahun cahaya. ***  Diikutsertakan dalam tantangan @Ka...