Posts

Catatan Kecil tentang Pertemuan [2]

Image
“ Badanmu nggak nambah tinggi. ” Itulah kalimat pertama yang dilontarkan lelaki itu kepada saya dalam pertemuan pertama kami setelah sebelas tahun tak berjumpa. Bayangkan! Sebelas tahun! Tidak adakah kata yang lebih romantis dan puitis semacam ungkapan kerinduan dan sejenisnya? Kenapa hal pertama yang muncul malah komentar tentang tinggi badan saya yang entah tersumbat apa tak pernah bertambah sejak sekolah menengah pertama? Saya tahu dia sedang bercanda, sebab setelahnya dia terbahak . S aya pun menamparkan tangan ke pundaknya. Barulah beberapa hari kemudian dia mengungkapkan perasaan bangganya pada diri sendiri sebab pada pertemuan pertama kami dia bisa membuka percakapan dengan kalimat paling jenius. Jenius sebab kami sama-sama menunggu kalimat apa yang akan muncul setelah sebelas tahun nggak bertemu, kemudian kalimat itu akhirnya sama-sama membuat kami cair dan perasaan canggung berlalu begitu saja. “ Setelah sebelas tahun nggak ketemu, kenapa kamu tambah gan...

Resolusi 2016

Image
Setelah berkutat dengan resolusi 2016, menuliskannya, lalu merombak ulang berkali-kali. Saya akhirnya muak dengan semuanya. Jengah dengan segala target yang saya buat, lelah dengan kenyataan akhir tahun tanpa pencapaian-pencapaian yang berarti, dan bosan dengan rutinitas yang melulu begitu. Akhirnya saya mengenyahkan semuanya. Saya putuskan bahwa tahun ini tidak ada resolusi. Saya akan membaca buku apapun yang ingin saya baca, terlepas apakah itu teenlit, fantasi, sastra, sejarah atau membaca ulang buku-buku lama. Saya akan membaca buku kapanpun saya mau membaca. Saya tidak ingin membebani diri dengan target membaca. Sengaja saya pasang angka di Goodreads Challenge serasional mungkin (24 buku dalam setahun), ini bukan lagi challenge sebab saya yakin bisa membaca lebih banyak dari itu. Dua tahun terakhir saja saya bisa membaca lebih dari 40 buku. Tentu saja angka 24 ini adalah kelonggaran yang saya berikan pada diri sendiri.

[Komunitas] Tabrak Warna: Menolak Tua*

Image
" We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing. " –George Bernard Shaw             Apa sih yang kebayang ketika mendengar kata “mewarnai”? Kerjaan anak TK atau SD? Memang benar sih, mewarnai adalah salah satu aktivitas menyenangkan yang dilakukan pada masa kecil. Tetapi, saat ini mewarnai juga aktivitas milik orang dewasa. Main-main deh ke toko buku, udah banyak banget buku coloring for adults dan laris banget. Pertama kali saya penasaran dengan dunia coloring itu saat melihat salah satu adegan dalam drama korea Producer, IU mewarnai sambil menunggu telpon. Saya kaget. Eh kok ada buku mewarnai gitu? Setelahnya, karena saya juga jualan buku, sempet ada promo coloring book for adults . Saat itu cuman kepikiran buat jualan aja, belum tertarik beli. Sampai akhirnya disodorin coloring book My Own World lah sama temen. Karena bukunya udah ada, jadi mau nggak mau harus nyari ala...

Catatan Kecil tentang Pertemuan

Image
“Berapa tahun kita nggak ketemu?” tanya lelaki itu suatu hari. Pertanyaan ini terlontar lewat pesan singkat yang dia kirimkan. Pesan singkat yang saya maksud adalah SMS, bukan lewat WA, BBM dan sejenisnya. “Sepuluh tahun, mungkin,” jawab saya ragu, sambil menghitung jari, sudah berapa tahun kami lulus sekolah menengah. Selepas lulus SMP, kami memang tidak pernah bertemu, baik sengaja ataupun tidak. “Seandainya kita ketemu di jalan, apa kamu masih akan mengenaliku?” “Entahlah!” jawab saya. Saya memang tidak begitu yakin apa saya masih akan mengenalinya atau tidak. Sepanjang sepuluh tahun ini, bayangan yang muncul dalam benak saya ketika mengingatnya tak lebih hanya sebatas bayangan seorang bocah belasan tahun. Foto yang sempat dia pasang di profil facebook bahkan tak pernah bisa menggantikan bayangan purba itu. “Kita sering bertukar kabar, kan nggak lucu saat kita berpapasan di suatu tempat, kita tidak saling menyapa karena merasa nggak kenal,” lanjutnya kemudian. “A...

Seperti Apakah Kita?

Image
Seperti apakah kita? Apakah kita dua orang yang sama-sama masih menyimpan bara dalam dada. Meniupnya perlahan agar tetap menyala? Ataukah kita adalah dua orang yang terjebak di satu ruang hampa yang sama. Saling menguatkan agar tak tertelan kekosongan dan rasa kesepian masing-masing. Seperti apakah sesungguhnya kita? Apakah dua orang yang mencoba untuk menjalin pertemanan, melupakan masa-masa kelam saat kita satu sama lain pernah saling merajahkan luka paling dalam? Ataukah kita, tak lebih hanya dua orang yang tersesat di persimpangan, lalu cepat atau lambat akan berpisah dan kembali menapaki jalan yang berbeda. Katakan, menurutmu seperti apakah sesungguhnya kita? Bandung, November 2015

Mengalahkan Diri Sendiri

Image
  "There is nothing noble in being superior to your fellow man, true nobility is being superior to your former self." - Ernest Hemingway  Pada suatu sore di hari Minggu, setelah makan siang bersama seorang teman , dia melanjutkan dengan meminum kopi dan saya menyeduh segelas teh . (Ini memang bukan kebiasaan yang sehat, tapi bagi kami, kebiasaan ini menyenangkan!) Selanjutnya sudah bisa ditebak, kami terlibat dalam sebuah p erbincan gan . Perbincangan random dari satu hal menuju hal lainnya. Dari seputar film sampai buku -buku yang baru saja sama-sama kami baca. Hingga topik tentang orang lain pun sempat nyempil di antara obrolan kami. Saya bercerita tentang beberapa orang teman dan pencapaian-pencapain yang telah mereka raih. Kami sama-sama sepakat, sekali waktu kerap merasa iri dengan apa yang orang lain raih. Sekalipun tentu kita tak pernah tahu usaha berdarah-darah seperti apa yang telah mereka lewati untuk mendapatkan semua itu. “Terlebih ketika or...

Dare to Dream, and Dare to Make Your Dream Come True (Majalah Janna, Desember 2012)

Image
(Menemukan tulisan lama yang isinya sok-sokan ini di blog BEM FEB UNSOED. Diposting tanggal 6 September 2013 :D Sebagian isinya telah saya edit, versi asli cek di sini .) *** “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” [Arai] Yups, tidak semua mimpi datang saat tidur. Mimpi juga datang ketika terjaga. Kenapa butuh keberanian untuk bermimpi? Karena ternyata banyak orang di luaran sana takut bermimpi yang tinggi, karena tidak percaya diri lah, pesimis lah, atau takut diledek sebagai pemimpi. Lha emang Weight bersaudara tidak bermimpi dulu sebelum menerbangkan manusia? Begitu juga Edmun Hillary yang menaklukan Mount Everest. Atau Daniel Mahendra yang berhasil mengunjungi Tibet dalam bukunya Perjalanan ke Atap Dunia . Mereka itu para pemimpi! Lagian mimpi itu gratis kok. Tinggal kita berani atau tidak untuk menetapkan impian kita. Jika sudah terlintas maka tuliskanlah atau ungkapkan pada orang lain. Paulo Coelho bilang, when you want something, all the univ...

Read-A-Thon Day #4: Membaca Buku dalam Sekali Duduk

Image
Finished Curat-coret di Toilet by Eka Kurniawan "Cerita yang habis dibaca dalam sekali duduk" memang selalu identik dengan pengertian cerpen. Karena ruangnya yang singkat, sebuah cerpen memungkinkan buat dibaca dalam sekali duduk. Tapi bagaiman dengan sebuah buku? Bagi saya sendiri, t entu saja salah satu syarat yang harus dipenuhinya adalah bukunya tidak terlampau tebal dan isinya bisa bikin saya betah berlama-lama di depan buku tersebut . Dua faktor itu yang bikin saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam waktu singkat. Pada hari keempat Read-A-Thon, saya bisa menyelesaikan Curat-coret di Toilet dalam sekali duduk sepanjang sore sepulang kerja. Karena memang bukunya tipis (120 halaman) dan cerita-ceritanya bagus, berhasil bikin saya ketagihan pengen baca lagi dan lagi. Ini memang bukan kali pertama saya membaca buku dalam sekali duduk. Beberapa tahun ke belakang (terutama saat masih kuliah) saya sering membaca buku di Gramedia Merdeka dan nyaris sel...

Read-A-Thon Day #3: Perihal Ending Cerita

Image
Finished Rumah Kopi Singa Tertawa by Yusi Avianto Pareanom "Jangan pernah ikuti keinginan pembaca." Saya pernah mendapat wejangan seperti itu dalam sebuah acara kepenulisan . “ Tidak mengikuti keinginan pembaca , bukan berarti tidak bisa membuat pembaca terkesan membaca tulisan kita. Hanya saja sebisa mungkin membuat alur atau ending yang bertolak belakang dengan harapan pembaca. Misalnya ketika menulis kisah cinta, harapannya pasti happy ending , buatlah cerita yang menggantung atau justru sad ending . ” Kurang lebih demikian yang saya tangkap. Sependek pengalaman saya dalam membaca, saya justru lebih suka mendapat ending yang diluar dugaan (atau mungkin harapan) saya . Sekalipun kecewa, r asanya ada kepuasan tersendiri. Saya bisa memaki-maki , teriak-teriak dan menertawakan kebodohan diri sendiri kenapa sampai terkecoh . Tetapi , justru di sanalah sisi kenikmatan dalam membaca. Kalau sudah tahu endingnya, ngapain mesti dibaca ? Begitu pikiran pen...

Read-A-Thon Day #2: Membaca di Tempat Umum

Image
- Finished Percy Jackson & The Olimpians #5: The Last Olympian by Rick Riordan - On page 28 of 172 Rumah Kopi Singa Tertawa by Yusi Avianto Pareanom Akhirnya pada hari kedua, saya bisa menyelesaikan Percy Jackson buku kelima. Membaca seri ini cukup melelahkan karena penuh dengan pertempuran. Sekalipun endingnya bisa ditebak, tetapi tetap bikin penasaran bagaimana akhirnya pergulatan Percy melawan kekuatan Kronos. 160 halaman terakhir Percy Jackson saya selesaikan sore hari selepas kerja, tetapi ada sebagian bab yang saya baca saat perjalanan ke tempat kerja (baik berangkat atau pulangnya). Sekalipun jarak antara kosan dan tempat kerja hanya berjarak kurang lebih 5 km, tetapi bisa menghabiskan waktu 40-60 menit menggunakan angkot. Waktu sebanyak itu biasanya saya habiskan dengan membaca buku, sesekali buka handphone atau bengong aja liat jalanan. Berhubung ada target yang harus saya tuntaskan, saya memilih menghabiskan waktu untuk membaca di perjalanan. Mem...

Read-A-Thon Day #1: Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Image
I’m on page 290 of 452 Percy Jackson and The Olympians #5: The Last Olympian Saat tulisan ini dibuat, saya masih berada di halaman 290 buku kelima serial Percy Jackson . Ya, saya baru menyelesaikan setengah buku dari total halaman sekitar 450. Saya tidak dapat menyelesaikannya pada hari pertama sebab seharian kemarin saya hanya menghabiskan waktu untuk membaca kurang lebih tiga atau empat jam. Mencuri-curi waktu saat bangun tidur, sore hari dan menjelang tidur sebab siang harus kerja ditambah jam kerja malam. Awalnya saya terlalu berambisi menyelesaikan buku ini dalam satu hari. Saya memang sengaja tidak memasukkannya ke dalam toples TBR dan memilih mendahulukan buku ini. Saya pikir, mumpung masih awal-awal, yang otomatis energi saya masih besar untuk menghadapi buku setebal 452 halaman . Bagi saya yang memang termasuk pembaca yang lambat, 45 2 halaman bukan hal yang mudah, terbukti saya hanya mampu mencapai angka 200-an saja . Daripada “membaca sebanyak mun...

Read-A-Thon and TBR Jar Challenge

Image
Apa yang biasanya kamu lakukan saat bosan? Misalnya bosan membaca buku dengan genre yang gitu-gitu aja, terlebih dengan cara yang gitu-gitu aja. Try something new? Ya, cobalah sesuatu yang baru. Biasanya hal-hal baru akan membuat hasrat dalam melakukan sesuatu bangkit lagi bahkan cenderung membuat semangat menggebu-gebu. Nah, saat ini saya merasa butuh sebuah pengalaman baru dalam membaca karena merasa bosan dan jenuh dengan cara saya membaca selama ini. Read-A-Thon and TBR Jar Challenge is the answer. Saya belum menemukan padanan kata dari istilah-istilah tersebut dalam bahasa Indonesia. Intinya Read-A-Thon itu membaca beberapa buku secara maraton dalam beberapa   hari. Sebenarnya program ini biasanya dilakukan setahun sekali, yaitu pada bulan Agustus secara serentak. (CMIIW) Sedangkan untuk TBR ( To Be Read ) Jar Challenge , saya akan menentukan beberapa buku yang belum dibaca, kemudian menuliskan judulnya dalam secarik kertas, lalu memasukkan ...