Posts

Tetes Diorama Terakhir (Litera.co.id, 5 Juni 2017)

Image
Cerpen saya berjudul Tetes Diorama Terakhir dimuat di Litera.co.id, majalah online yang memuat berita dan tulisan sastra kontemporer. Cek tulisan selengkapnya di sini .

Cyberbullying: What I Hate From Internet

Image
Sumber Gambar Beberapa bulan terakhir, saya menemukan postingan dari beberapa Youtuber yang mengungkap tentang depression atau mental health mereka yang terganggu gara-gara popularitas mereka di internet. Sebut saja video yang diunggah oleh booktuber favorit saya: Katytastic dan Zoe . Barangkali kita akan berpikir betapa menyenangkannya menjadi mereka. Orang yang awalnya bukan siapa-siapa tiba-tiba terkenal, kemudian menjadi influencer dan bisa dengan mudah mendapatkan uang dari internet. Di saat kita hanya menjadi penonton, penikmat postingan-postingan mereka, mereka bisa ribuan langkah lebih maju bahkan mendapatkan penghasilan dari sana. Padahal kenyataannya tak semudah itu, mereka memulai dengan kerja keras dan penuh tekanan. Misal ketika stuck atau ketika memposting sesuatu yang justru membuat follower berkurang drastis, bahkan menuai komentar yang tidak diharapkan. Komentar yang dimaksud tidak melulu tentang komentar negatif. Tetapi juga misalnya yang diungkapkan Katyta...

Seni Membuang Barang [Edisi Pakaian]

Image
Bagi penganut minimalist lifestyle, get rid of things adalah hal yang esensial. Bahkan dalam buku Marie Kondo berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up yang membahas tentang seni beres-beres dan merapikan ala Jepang, membuang barang adalah pintu pertama yang harus dilalui seseorang jika ingin membuat rumah terlihat rapi. Metode yang terdapat dalam buku ini pun menjamin orang yang melakukannya tidak akan kembali membuat rumah berantakan. Saya pikir, ini adalah sebuah ide yang masuk akal. Bayangkan ketika di dalam suatu ruangan terdapat kasur dan lemari saja, tentu ruangan tersebut akan terlihat lebih lengang dan rapi. Beda halnya ketika dipenuhi rak, baju menggantung di sana sini, barang-barang berserakan. Sekalipun disusun serapi mungkin, kesan berantakan dan sesak akan terlihat. Barangkali itu pula alasan sebagian besar orang minimalist begitu fanatik dengan warna tertentu misalnya warna netral (hitam, putih abu), tujuannya ya meminimalisisr kesemrawutan. Tapi, y...

Ulang Tahun, Hari Buku Internasional dan Hadiah Buku

Image
23 April 2017... Saya tidak tahu, manakah yang lebih istimewa pada hari ini. Apakah karena hari ini saya berulang tahun, atau karena ini adalah hari buku sedunia ataukah karena pada hari ulang tahun saya ini,  saya mendapat kan hadiah buku? Seperti yang sempat saya sebutkan pada catatan tentang ulang tahun sebelumnya di sini , tak ada ritual khusus yang saya lakukan di hari ulang tahun. Tak ada perayaan apapun. Sebab seperti itulah yang saya jalani sejak saya mengenal kosa kata “ulang tahun”. Hari ini, genap usia saya 27 tahun. S aya hanya ingin menengok kembali hal apa yang telah saya lewati. Kemudian di titik mana saat ini saya berada. Tahun ini jelas berbeda, karena ini ulang tahun pertama yang saya lewati dengan status sebagai istri . Sesuatu yang mengubah hidup saya secara total. Saya mencoba beberapa kali menuliskan draft berisi cerita awal pernikahan yang saya jalani tetapi rasanya selalu tidak pas. Barangkali saya akan bercerita lain kali.

What I Talk About, When I Talk About Reading*

Image
You don't need to read more books, all you need is to be more wise. Damn, kenapa saya harus menemukan kalimat ini dalam salah satu video motivasi Revolution Hive ? Satu kalimat ini yang pada akhirnya sedikit banyak mengubah pola pikir saya tentang membaca.  Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menjadi predator buku (bukan hanya kutu buku tapi predator). Saya mendedikasikan sebagian besar waktu saya untuk membaca buku, saya membaca buku di mana saja. Di perpustakaan, di atas tempat tidur, di toko buku hingga di dalam angkutan umum. Saya membaca semua genre buku yang bisa saya temukan.  Sampai akhirnya seseorang pernah berkata bahwa semakin banyak kita membaca, semakin sulit kita terhibur dengan bacaan. Saya mafhum dan sepakat. Karena saya yakin, semakin banyak saya membaca, bacaan saya semakin bertumbuh. 

Teman Seumur Hidup

Image
"Kamu sudah berhenti terlihat seperti alien dan menjadi penghuni bumi yang baik," kataku suatu hari. Kamu menyambut kalimatku dengan muram dan menganggap bahwa ini sebuah ejekan. Percayalah, bahwa ini sebuah pujian. Aku justru kagum dengan perkembanganmu yang melesat. Aku kerap bertanya-tanya buku apa yang kamu baca, dengan siapa kamu ngobrol dan pelajaran apa yang semesta berikan padamu ? Atau justru waktu itu memang sudah terlalu lama aku tidak menyapamu dan ada semacam sekat di antara kita, hingga kita kembali menjadi dua orang yang lupa cara mengenali satu sama lain. Lihatlah dirimu sekarang! Citra pemarah, heartless, selfish dan sporadis sudah lenyap dari pandanganku digantikan dengan sosok yang lebih kalem dan bijak. Apa karena kamu sering melontarkan kata-kata mutiara di dinding media sosialmu? Aku juga lebih sering mengingat kata-kata bijakmu ketimbang kata-katamu yang mudah menyakiti. Apa kamu ingat, beberapa tahun lalu aku mengadu padamu, meminta...

Memulai Gaya Hidup Minimalis

Image
Saya sering mendengar jenis rumah bergaya minimalis, tetapi gaya hidup minimalis baru saya dengar saat menonton video Ariel Bissett, salah satu booktuber favorit saya yang berbincang te n tang minimalist book lover . Akhirnya saya penasaran dan menemukan channel youtube Jenny Mustard yang banyak membahas tentang gaya hidup minimalis. Sebenarnya, tidak ada penjelasan baku mengenai minimalist lifestyle. Tapi dari beberapa video yang saya tonton, saya menyimpulkan bahwa minimalist lifestyle adalah salah satu pola hidup yang membuat seseorang membatasi diri untuk membeli, memiliki atau mengonsumsi banyak hal. Terutama hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tujuannya, bisa hidup lebih sehat dan bahagia. Intinya, kalau gaya hidup maksimalis (lawan minimalis) bisa membuatmu lebih bahagia ya tidak apa-apa.

Ketika Hujan Turun (Suara Pemred, 29 Januari 2017)

Image
Oleh: Nufira S. Entah kapan terakhir kali Masni jatuh demikian lelap dalam tidurnya seperti kali ini. Dia bermimpi kedua anaknya dibawa pergi oleh seseorang dan menghilang di balik kabut asap. Tangan kiri Masni mendekap erat anak ketiganya yang belum genap enam bulan, mengerang di pangkuannya. Sedang tangan satunya lagi menggapai-gapai meraih bayangan dua anaknya yang terus berjalan ditelan pekatnya asap, namun yang dia dapatkan hanya kekosongan. Begitu pula saat ia terjaga, sambil mengerejapkan mata, kedua tangannya serta merta menggapai-gapai mencari ketiga anaknya yang biasa tidur di sekitarnya. Anak paling bungsu, menempel rapat di pelukannya, sedang dua anaknya yang lain tidak ada di sana. Masni tersengat. Orang pertama yang harus dicari Masni adalah suaminya sendiri. Tanpa perlu susah payah dicari, Masni melihat lelakinya itu tengah duduk menekuk kepalanya sambil memeluk lutut di seberang kamar. Masni bangkit seketika, menghambur ke arah suaminya lalu mengguncang-guncan...

Mengenang Masa Kecil di Gununghalu

Image
  Berbicara tentang kampung halaman, tentu saya tidak akan lepas dari masa kecil dan masa-masa sekolah. Sebab setelah melewati masa sekolah saya memutuskan untuk kuliah dan kerja di tempat yang berbeda dan belum berencana untuk kembali lalu menetap di kampung halaman saya, Gununghalu. Kampung halaman yang saya kunjungi sesekali itu bisa dikatakan terletak di ujung dunia bahkan dahulu tidak tercantum dalam peta. Setiap kali ditanya Gununghalu itu di mana, saya selalu bilang Kab. Bandung Barat. Karena mendengar kata Bandung, biasanya orang ber - oooh panjang sambil berujar, "deket atuh." Padahal butuh waktu setidaknya empat jam perjalanan dengan menggunakan elf atau bis Jembar Sari, dua angkutan khas yang melayani rute Bunijaya-Ciroyom dan sebaliknya . Ingatan tertua saya tentang kampung halaman adalah tentang sebuah sekolah dasar yang jaraknya sekitar 5km dari tempat saya tinggal. Setiap hari, kami harus melakukan perjalanan pulang pergi dengan berjalan kaki. S...

Surat-surat kepada D

Image
D, Apakah kamu pernah mengalami bagaimana rasanya dibela? Ada seseorang yang bersedia membelamu apapun posisimu. Aku pernah. Hanya ada satu orang dari tujuh milyar manusia di dunia ini yang pernah mengatakannya. Bahkan tanpa dia tahu bagaimana posisiku. Suatu hari dia membuktikannya. Saat itu semua orang tentu akan mencaci maki atau setidaknya mundur teratur jika mengetahui apa yang sesungguhnya aku lakukan. Tetapi dia tidak melakukannya. Dia tetap menganggap hal yang aku lakukan sangatlah manusiawi. Sebuah kesalahan hanya akan menunjukkan sisi manusiawi seseorang. Dia menyebutnya sisi manusiawi, bukan sisi binatang atau setan dalam diriku. D, Apakah kamu pernah menemukan seseorang yang bersyukur karena mengenalmu. Aku pernah. Hanya satu kali ada orang yang bilang kalau dia merasa bersyukur kepada Tuhan karena menciptakan aku dan mempertemukanku dengannya. Kau tahu, D, aku kerap iri dengan orang yang memiliki pasangan yang baik dan bersyukur dengan pasangan yang dia pun...

What I Talk About When I Talk About Myself*

Image
Just remember, someone loves everything you hate about yourself. -Frank Ocean Atau justru sebaliknya? Somebody out there hate s about everything you love about yourself. D alam berinteraksi sosial, sering kali saya mengalami silang pendapat atau berada dalam kondisi tidak nyaman dengan seseorang. Padahal sebagai seseorang yang mengaku orang plegmatis, saya sangat menghindari konflik sekecil apapun. Saya lebih memilih duduk di bangku belakang, sibuk dengan diri sendiri atau sibuk mengamati orang lain.

Kepada Perempuan yang Menyimpan Kotak Luka di Sudut Hatinya

Image
Perempuan... Telah lama aku mengetahui, di salah satu sudut hatimu, kau menyimpan sebuah kotak ingatan, akumulasi dari semua air mata yang kau sembunyikan. Kau menyimpannya begitu rapat, bahkan tak teraba pun tak terlihat. Kau memoles senyuman dan kebahagiaan palsu di wajahmu, untuk menyembunyikan sesungguhnya kau bukanlah dirimu seutuhnya. Kau menyingkirkan semua rekaman kesedihan dan mencerabut sebagian dari dirimu lalu menyimpannya pada sebuah kotak teraman di dunia. Perempuan... Kau telah mencecap rupa-rupa nestapa. Serupa perasaan direndahkan, ditinggalkan, atau penghianatan. Ketika kau menyaksikan dirimu bisa berdiri setegap ini, ada rasa tak percaya merambati. Kau tahu persis, ketika wajahmu menunduk, akan selalu ada satu dua titik air menyeruak dari sudut matamu. Itu sebabnya kau selalu mengangkat wajahmu tinggi-tinggi ke arah langit. Kau mencari kekuatan di sana.